Si Jago Merah Amuk Dua RT di Samarinda, Puluhan Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Kawasan padat permukiman ludes terbakar. Si jago merah mengamuk dan menghanguskan belasan rumah warga di dua RT

Si Jago Merah Amuk Dua RT di Samarinda,  Puluhan Orang Kehilangan Tempat Tinggal
tribunkaltim.co/nevrianto hardi prasetyo
Kawasan padat permukiman ludes terbakar di jalan Hasan Basri, RT 23 dan RT 26, Blok A dan Blok B, Sungai Pinang, Kamis (6/12/2018). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kawasan padat permukiman ludes terbakar. Si jago merah mengamuk dan menghanguskan belasan rumah warga di dua RT, Jl Hasan Basri, yakni RT 23 dan RT 26, Blok A dan Blok B, Sungai Pinang, Kamis (6/12) sekitar pukul 15.00 Wita.

Petugas pemadam dan relawan dibuat kewalahan dengan lokasi kebakaran yang sulit dijangkau. Pasalnya akses menuju lokasi kebakaran tergolong jalanan yang sempit, ditambah dengan banyaknya warga yang datang menonton, membuat petugas pemadam kesulitan untuk segera memadamkan api.

Api menjalar dengan cepat. Rata-rata bangunan tempat tinggal warga berkonstruksi kayu, ditambah jarak antar bangunan yang sangat rapat. Hal itu diperparah dengan hembusan angin yang cukup kencang, membuat api semakin sulit dipadamkan.

Baca: Proyek Jembatan Pulau Balang Terancam Di-Stop Warga, Ini Alasannya

"Tidak ada yang sempat saya selamatkan, karena kejadiannya berlangsung cepat. Untung mama saya selamat, karena mama saya sudah tidak bisa jalan," ucap Uwai (42) yang rumahnya juga ludes terbakar, Kamis (6/12).

Fatma (55), seorang warga nyaris terbakar jika saja dirinya tidak cepat meninggalkan rumah. Pasalnya saat kejadian dirinya tengah tertidur, sedangkan bangunan rumah yang diduga asal api berada tidak jauh dari rumahnya. "Lagi tidur saya, tidak sempat lagi selamatkan barang-barang, habis semua terbakar," ujarnya pasrah.

Sedangkan Arbani (47), dirinya bersyukur api tidak sampai merembet ke Blok C tempat tinggalnya karena terhalang masjid yang berada di antara Blok C dan Blok B. "Diselamatkan masjid ini, jadi api tidak menjalar ke Blok C, api terhalang masjid ini," tegasnya.

Baca: Simak Fakta Penembakan Pekerja di Papua; Testimoni Korban Selamat, Pembangunan Jadi Pemicu?

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Samarinda, Nanang Arifin menjelaskan, api dapat dipadamkam sekitar pukul 16.20 Wita. Akibat kejadian itu, dari data sementara yang dihimpunnya, di RT 23 terdapat 13 bangunan tempat tinggal rusak berat, 5 bangunan tempat tinggal dan masjid terkena dampak.

Di RT tersebut, terdapat 21 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 84 jiwa kehilangan tempat tinggal. Sedangkan di RT 26, terdapat 5 bangunan tempat tinggal rusak berat, dan 1 bangunan tempat tinggal terkena imbas, yang mengakibatkan 6 KK kehilangan tempat tinggal.

"Ada dua korban, yakni warga dan relawan yang sempat sesak napas karena menghirup asap. Untuk asal api berasal dari rumah Untung, yang saat itu tengah disewa. Data selengkapnya sedang kami himpun untuk sementara itu data yang kami peroleh di lapangan," ujar Nanang.

Dirinya pun berharap agar masyarakat dapat paham dan mengerti, agar tidak mendekat ke lokasi kebakaran, pasalnya hal itu menyulitkan petugas pemadam menjangkau lokasi, guna memadamkan api.

Baca: Proyek Jembatan Pula Balang Terancam Stop, Saran Dewan: Perlu Kerja Ekstra

"Banyak yang nonton saja, mengambil gambar tidak membantu. Seharusnya warga paham dengan kondisi seperti itu, untuk tidak mendekat ke sekitar lokasi kejadian," tegasnya. Sementara hingga tadi malam tim dari Polsek Sungai Pinang tengah menyelidiki penyebab kebakaran. (*)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved