Dinkes Mahakam Ulu Teliti Air Batu Majang yang Dipakai Warga, Begini Hasilnya

Sumber mata air yang berasal dari kawasan perbukitan Kampung Batu Majang, dianggap layak untuk dipakai seperti untuk mandi maupun mencuci.

Dinkes Mahakam Ulu Teliti Air Batu Majang yang Dipakai Warga, Begini Hasilnya
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Martin Ajang (49), warga Kampung Batu Majang, Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu, sedang berada di pancuran air bak penampungan buatan warga. Airnya bersumber dari mata air perbukitan Batu Majang, tak pernah mengering meski kemarau. 

Dinkes Mahakam Ulu Teliti Air Batu Majang yang Dipakai Warga, Begini Hasilnya

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Budi Susilo 

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG – Hasil kajian dan penelitian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur, menyatakan, sumber mata air yang berasal dari kawasan perbukitan Kampung Batu Majang, dianggap layak untuk dipakai seperti untuk mandi maupun mencuci.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Mahakam Ulu, drg Agustinus Teguh Santoso kepada Tribunkaltim.co di ruang kerjanya, Jl Poros Ujoh Bilang, Kampung Ujoh Bilang, Jumat (7/12/2018).

Dia menjelaskan, belum lama ini, tim Dinas Kesehatan Kabupaten Mahakam Ulu diterjunkan untuk meneliti atas kandungan zat air yang bersumber dari perbukitan Kampung Batu Majang, Kecamatan Long Bagun. 

Sempat Dikabarkan Jadi Istri Ketiga Opick, Begini Kabar Yulia Mochamad Sekarang

Pengumuman Bisa Terjadi Kapan Saja, Pantau Link Hasil SKD dan Peserta SKB CPNS Kemenag 2018

 

“Ada permintaan dari kepala kampungnya, kami dimohon untuk meneliti, sejauh mana kelayakan airnya,” ujar pria berpostur tubuh tinggi besar ini.  

Selama ini warga masyarakat yang tinggal di Kampung Batu Majang menggunakan sumber air jernih yang bersumber dari perbukitan, dipakai untuk keperluan sehari-hari.

Air ini selalu mengalir meski musim kemarau panjang melanda.

Karena itu, Dinas Kesehatan Mahakam Ulu terpanggil terjun langsung melihat dan meneliti.

Pihaknya meneliti air yang sudah turun dari hulu ke hilir, yang ditampung pada dua bak beton berukuran persegi panjang 4 meter, lebar 6 meter dan tinggi 3 meter. 

BMKG Ungkap Gempa 2 Kali yang Guncang Lombok-Bali Tidak Berpotensi Tsunami

Ditetapkan sebagai Tersangka Ujaran Kebencian, Berikut 7 Fakta Terbaru Habib Bahar bin Smith

 

Halaman
12
Penulis: Budi Susilo
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved