Komisioner KPU

Hasil Tes Kesehatan Diserahkan ke Timsel KPU Kab/Kota, Perlu Pembahasan tim Dokter Siap Dipanggil

dr. Nurliana Adriati Noor mengatakan pihaknya tidak bisa membeberkan hasil pemeriksaan kesehatan tersebut ke publik.

Hasil Tes Kesehatan Diserahkan ke Timsel KPU Kab/Kota, Perlu Pembahasan tim Dokter Siap Dipanggil
Tribun Kaltim/Nalendro Priambodo
Sebanyak 27 peserta mengikuti tes psikologi sebagai rangkaian tahapan seleksi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kaltim periode 2018-2023. Tes berlangsung di ruang pertemuan lantai 3 Hotel Harris, Samarinda selama dua hari, Selasa dan Rabu 20-21 November 2018 

Hasil Tes Kesehatan Diserahkan ke Timsel KPU Kab/Kota, Perlu Pembahasan tim Dokter Siap Dipanggil

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Hasil pemeriksaan kesehatan Calon Komisioner KPU Kabupaten / Kota di Kalimantan Timur sudah diserahkan ke Tim Seleksi KPU Kab/Kota sejak Senin, (3/12) lalu.

Hasil tes kesehatan ini hanya merekomendasikan mampu atau tidak mampu berdasarkan hasil penilaian tes kesehatan.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD AW Sjahranie, dr. Nurliana Adriati Noor mengatakan pihaknya tidak bisa membeberkan hasil pemeriksaan kesehatan tersebut ke publik. 

"Semua hasil pemeriksaan akan dibahas tim pemeriksa dan dibuatkan satu hasil pemeriksaan. Kita tidak mengekspos atau memberikan gambaran hasil pemeriksaan kepada publik dan komisioner. Melainkan kita serahkan secara utuh ke KPU. Semua berita acara hasil pemeriksaan kesehatan semua kita serahkan ke KPU. Ini tentang kode etik, tidak boleh mengeluarkan hasil pemeriksaan," tutur dokter yang akrab disapa Nana ini di RS AW Sjahranie, Jumat (7/12/2018). 

Ia memastikan ada 196 orang yang mengikuti tes kesehatan calon komisioner KPU. Tes kesehatan digelar pada 28-29 November silam di ruang Medical Check Up RS AW Sjahranie.

Menurutnya pemeriksaan kesehatan terjadap calon Komisioner KPU mengacu pada Juknis yang meliputi pemeriksaan fisik, mata, gigi, THT, laboratorium, radiologi, rontgen, dan Psikologi.

"Tes MMPI ada sekitar 500 soal yang harus dijawab 1,5 - 2 jam," katanya. 

Terkait hasil rekomendasi, Nana  menegaskan tidak ada faktor lolos dan tidak lolos dalam tes kesehatan. Menurutnya kesimpulan hasil pemeriksaan berupa rekomendasi mampu dan tidak mampu sesuai dengan kriteria penilaian. 

"Kita tidak boleh merekomendasikan orang atau nama yang layak dan tidak layak. Ya itu tidak bisa, kewenangan ada di KPU. Rekomendasi kita hanya mampu dan tidak mampu. Kami serahkan semua ke KPU hasilnya, KPU akan melihat. Kalau KPU perlu memanggil pihak rumah sakit untuk membahas, ya kita akan bahas," tutur Nana. 

Halaman
12
Penulis: tribunkaltim
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved