Jadi Gejolak, Perusahaan Sawit di Berau Wajib Beli Hasil Panen Sesuai Harga TBS

Melimpahnya hasil panen sawit di Kabupaten Berau menimbulkan persoalan, bahkan memicu gejolak di kalangan petani sawit.

Jadi Gejolak, Perusahaan Sawit di Berau Wajib Beli Hasil Panen Sesuai Harga TBS
Tribun Kaltim/GEAFRY NECOLSEN
Sejumlah perusahaan sawit membeli hasil panen petani dengan harga rendah, di bawah harga TBS yang telah ditetapkan pemerintah. Di Kabupaten Berau harga TBS Rp 1.100 per kilogram. Sementara perusahaan membeli TBS dari masyarakat hanya Rp 900. 

Jadi Gejolak, Perusahaan Sawit di Berau Wajib Beli Hasil Panen Sesuai Harga TBS

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Melimpahnya hasil panen sawit di Kabupaten Berau menimbulkan persoalan, bahkan memicu gejolak di kalangan petani sawit.

Pasalnya, hampir seluruh perusahaan kebun sawit mengaku kebanjiran stok Tandan Buah Segar (TBS), hasil petani sehingga mereka tidak membeli hasil panen petani.

Setelah para petani melakukan aksi unjuk rasa, sejumlah perusahaan pun membeli hasil panen petani.

Tapi dengan harga rendah, di bawah harga TBS yang telah ditetapkan pemerintah.

Sempat Dikabarkan Jadi Istri Ketiga Opick, Begini Kabar Yulia Mochamad Sekarang

Pengumuman Bisa Terjadi Kapan Saja, Pantau Link Hasil SKD dan Peserta SKB CPNS Kemenag 2018

 

Di Kabupaten Berau sendiri, harga TBS Rp 1.100 per kilogram. Sementara perusahaan membeli TBS dari masyarakat hanya Rp 900.

Persoalan ini pun menjadi perhatian Pemkab Berau. Hari Jumat (7/12/2018), Bupati Berau memimpin rapat untuk mencari solusi masalah jual-beli TBS, dengan mengundang para petani sawit dan perwakilan manajemen perusahaan sawit yang beroperasi di Kabupaten Berau.

“Sayangnya tidak ada pengusaha sawit yang hadir, yang hadir hanya perwakilan manajemen perusahaan yang tidak punya keputusan menetapkan kebijakan perusahaan. Pengusaha sawit itu sudah kaya, sampai tujuh turunan tidak akan miskin. Yang sengsara kan masyarakat (petani sawit),” tegasnya.

BMKG Ungkap Gempa 2 Kali yang Guncang Lombok-Bali Tidak Berpotensi Tsunami

 

“Tempatkan posisi sebagai petani sawit,” kata Muharram di hadapan seluruh perwakilan manajemen perusahaan perkebunan sawit.

Halaman
12
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved