Laga Chelsea vs Manchester City, Menunggu Kontribusi Gelandang Serang

HAL tersulit dalam sepak bola adalah mencetak gol. Demikian pendapat Pep Guardiola, pelatih Manchester City, yang sekaligus jadi beban untuk Gabriel

Laga Chelsea vs Manchester City, Menunggu Kontribusi Gelandang Serang
GLYN KIRK/AFP
Gelandang Chelsea, Jorginho, berduel dengan penyerang Manchester City, Sergio Aguero, pada laga Community Shield di Stadion Wembley, London, Minggu (5/8/2018). 

TRIBUNKALTIM.Co - HAL tersulit dalam sepak bola adalah mencetak gol. Demikian pendapat Pep Guardiola, pelatih Manchester City, yang sekaligus jadi beban untuk Gabriel Jesus, penyerang di skuatnya.

Pep Guardiola kemungkinan kembali tidak bisa memainkan Sergio Aguero pada pertandingan Premier League 2018/19 melawan Chelsea di Stamford Bridge, Minggu (9/12) dini hari waktu Indonesia. Aguero masih berkutat dengan cedera meskipun menurut kabar terakhir dia telah pulih.

Guardiola akan memainkan Gabriel Jesus untuk menggantikan Sergio Aguero di lini depan. Permasalahan Jesus adalah performanya yang tidak membaik setelah mencetak tiga gol ke gawang Shakhtar Donetsk pada 7 November lalu. Jesus tak mampu mencetak gol dalam tiga pertandingan terakhir.

"Jesus akan mencetak gol. Saya sebagai pelatih berusaha membantu seorang penyerang untuk mencetak gol, namun dia memiliki hal lain seperti kemampuannya menekan lawan dan membantu tim dalam banyak situasi," ujar Guardiola dikutip dari Manchester Evening News.

Baca: Degradasi Ancaman Tim Papan Bawah Termasuk Mitra Kukar, Sriwijaya FC, Hingga PSMS Medan

Pep Guardiola wajar tidak terlalu cemas terhadap penurunan ketajaman Jesus. Manchester City memiliki banyak pemain yang bisa menjadi sumber gol. Raheem Sterling, Leroy Sane dan Riyad Mahrez adalah pemain-pemain tersebut.

Raheem Sterling, Riyad Mahrez dan Leroy Sane bukan pemain yang berada paling dekat dari gawang lawan. Tiga pemain ini sama-sama beroperasi di sektor sayap sebagai winger. Namun demikian, mereka bertiga sanggup memberikan kontribusi yang signifikan terhadap gol tim setiap beraksi di atas lapangan hijau.

Tengok saja statistik mereka bertiga pada musim kompetisi 2018/19. Sterling, Mahrez dan Sane masuk empat besar daftar pemain yang memiliki kontribusi terhadap gol tim tertinggi di skuat Manchester City. Sterling berkontribusi terhadap 17 gol sedangkan Mahrez dan Sane sama-sama berkontribusi terhadap 13 gol. Hanya Sergio Aguero yang lebih baik daripada Mahrez dan Sane, yaitu 15 gol.

"Banyak pemain mereka yang melakukan pergerakan. Hal tersebut menciptakan banyak ruang, mereka kemudian melancarkan banyak umpan silang. Mereka juga menciptakan banyak peluang dan mencetak banyak gol," ujar Eden Hazard, gelandang serang Chelsea, soal Manchester City kepada Play Sports.

Baca: Borneo FC Vs PS TIRA - Bawa 16 Pemain Ke Samarinda, PS Tira Siap Akhiri Musim 2018

Duel antara Chelsea dan Manchester City akan makin menarik karena dua tim memiliki gaya bermain yang mirip. Chelsea dan Manchester City adalah tim yang memainkan sepak bola menyerang. Chelsea mengubah gaya permainannya mulai musim kompetisi ini sejak menunjuk Maurizio Sarri sebagai nahkoda tim. Mirip Manchester City, Chelsea juga sama-sama mengutamakan penguasaan bola.

Perbedaan antara Chelsea dan Manchester City adalah saat menyerang. Jika Pep Guardiola memberikan tuntutan tinggi kepada penyerang tengah untuk turut mencetak gol, Maurizio Sarri justru sebaliknya. Sarri tidak terlalu menuntut Alvaro Morata dan Olivier Giroud untuk turut mencetak gol. Dalam filosofi Sarri, Morata dan Giroud lebih banyak berperan sebagai pembuka ruang untuk pemain-pemain dari lini kedua dan penuntas serangan lewat bola-bola udara.

Tumpuan Chelsea dalam menyerang pertahanan lawan adalah gelandang-gelandang serangnya. Eden Hazard, Pedro dan Willian memiliki peran yang krusial dalam serangan Chelsea. Menurut Hazard timnya mengandalkan kemampuan individu tiap pemain untuk melancarkan serangan.

Bukti Sarri memiliki ekspektasi tinggi kepada para gelandang serang terlihat dari statistik tim. Hazard bahkan jadi pemain yang memiliki kontribusi tertinggi terhadap gol-gol tim musim ini. Pemain asal Belgia tersebut telah berkontribusi sebanyak 14 gol tim. Willian berkontribusi terhadap delapan gol, sedangkan Pedro tujuh gol.

"Gaya bermain kami sangat bagus untuk pemain-pemain menyerang dan saya sangat menikmatinya. Kami terus menggerakkan bola, menekan lawan di depan dan ketika kami merebut bola kami menggerakkan bola begitu cepat sampai ke gawang," tutur Pedro dikutip dari Chelseafc.com.

Baca: Tiga Tahun Belum Dibayar, Warga Pemilik Lahan Proyek Jembatan Balang Temui Bupati

Manchester City belum pernah mengalami kekalahan di Premier League musim ini. Secara keseluruhan, The Citizens menjalani 21 laga tanpa kalah. Manchester City terakhir kali mengalami kekalahan saat kalah 2-3 dari Manchester United pada 7 April 2018, yaitu musim lalu.

Chelsea sempat menjalani catatan tak terkalahkan di Premier League musim ini. Namun demikian, catatan itu berakhir setelah The Blues kalah 2-1 dari Wolverhampton Wanderers pada Kamis lalu. (Tribunnews/deo)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved