Samuel Pakiding Tewas Dibantai KKB di Nduga, Ini Harapan Keluarga untuk PT Istaka Karya

Samuel Pakiding memberanikan diri merantau ke Papua dengan maksud agar keempat anaknya bisa sekolah sampai lulus.

Samuel Pakiding Tewas Dibantai KKB di Nduga, Ini Harapan Keluarga untuk PT Istaka Karya
TRIBUNKALTIM/RAHMAT TAUFIQ
Manajer Pengembangan Bisnis Konstruksi, Yohanes Joko menyerahkan santunan uang duka dan pemakaman kepada istri korban, Agus Ludia Pasak 

Samuel Pakiding Tewas Dibantai KKB di Nduga, Ini Harapan Keluarga untuk PT Istaka Karya

TRIBUNKALTIM. CO, TENGGARONG - Daud Sama'a, paman Samuel Pakiding (39) korban penembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Nduga, Papua, menyampaikan permintaan khusus kepada PT Istaka Karya.

Mengingat Samuel Pakiding selama ini menjadi tulang punggung keluarga, dia berharap PT Istaka Karya memberikan perhatian terhadap keluarga korban yang ditinggalkan.

"Kami titip kalau memungkinkan ada perhatian dari perusahaan tempat korban bekerja. Saat ini almarhum mempunyai 4 orang putra-putri, tiga orang di antaranya masih sekolah," ujar Daud saat menerimakan peti berisi jenazah korban dari manajemen PT Istaka Karya, Sabtu (8/12/2018).

Foto-foto Penyambutan Korban Pembantaian KKB di Nduga saat Tiba di Tenggarong

Tiba di Tenggarong, Jenazah Samuel Pakiding Korban Pembantaian KKB Disambut Tangis Histeris Keluarga

Ia berharap PT Istaka Karya bisa memperhatikan dan membantu biaya pendidikan anak-anak Samuel Pakiding. Juga setelah lulus sekolah, diharapkan bisa direkrut sebagai karyawan PT Istaka Karya, mengingat orang yang sangat diharapkan untuk menghidupi keluarga sudah tidak ada lagi.

"Bahkan, kalau perlu dalam satu keluarga ada yang sarjana, karena keluarga ini betul-betul tak berdaya," tuturnya.

Ia mengatakan, korban mengadu nasib jauh dari kampung halaman di tanah Toraja ke Kukar bertahun-tahun lamanya ingin mengubah taraf hidup keluarganya.

Ketika ada tawaran dari rekannya, korban memberanikan diri merantau ke Papua dengan maksud agar keempat anaknya bisa sekolah semua sampai lulus. "Namun ini semua kehendak Tuhan," ucapnya.

Manajer Pengembangan Bisnis Konstruksi, Yohanes Joko mengatakan, pihak PT Istaka Karya sudah menyerahkan sebagian santunan uang duka dan uang pemakaman.

"Selanjutnya karena waktu mendadak belum bisa koordinasi dengan pihak manajemen," tuturnya.

Kisah Mencekam Korban Selamat dari Pembantaian di Nduga, Lihat KKB Menari hingga Pura-pura Mati

Jenazah Samuel Pakiding, Korban Penembakan di Nduga Papua Tiba di Balikpapan Hari Ini

Untuk permintaan keluarga terkait bantuan biaya pendidikan anak korban, ia masih harus berkoordinasi dulu dengan pihak manajemen perusahaan PT Istaka Karya.

"Saya belum bisa jawab sekarang karena kami harus koordinasikan dulu dengan pihak manajemen. Tapi kami akan terus pantau anak-anak korban, kami juga akan berkoordinasi dengan Pendeta Ida sebagai perwakilan keluarga korban," ucap Joko.

Ia mengatakan, pihak kementerian juga akan memberikan tali asih buat keluarga korban.

Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved