Porprov

KONI Bontang Nilai Pelaksanaan Porprov VI Kaltim di Kutim Paling Buruk

Aminullah menyesalkan sikap tuan rumah yang dianggap terlalu memaksakan menjadi juara umum selama perhelatan Porprov berlangsung.

KONI Bontang Nilai Pelaksanaan Porprov VI Kaltim di Kutim Paling Buruk
Tribunkaltim.co/imaduddin abdur rachim
Upacara penutupan Porprov Kaltim 2018 di Stadion Kudungga Sangatta, Kutai Timur, Rabu (12/12/2018). 

KONI Bontang Nilai Pelaksanaan Porprov VI Kaltim di Kutim Paling Buruk

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Ketua KONI Bontang ikut angkat suara terkait hasil perolehan medali selama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2018.

Ketua Koni Bontang, Aminullah menyesalkan sikap tuan rumah yang dianggap terlalu memaksakan menjadi juara umum selama perhelatan Porprov berlangsung.

“Jujur saya kecewa, Kutai Timur terlalu memaksakan untuk menjadi juara, banyak praktik curang yang terjadi,” kata Aminullah saat menggelar jumpa pers di Home Cafe, Kamis (13/12) petang.

Ketua KONI tiga periode ini menuturkan, dia mengaku ada beberapa kejanggalan selama pertandingan yang ditemui.

Salah satunya, pertandingan dari Cabor Wushu. Salah satu nomor pertandingan Wushu, kontingen Bontang berhasil menerima medali emas. Namun, hasil yang diterbitkan mencatat Bontang hanya memperoleh medali perak.

Pelatih dan official Cabor melakukan protes. Selang beberapa saat, panitia PB Porprov merevisi hasil tersebut, dan mengembalikan perolehan emas dari Cabor Wushu.

“Pada cabor Muathai juga begitu, kita protes juga. Cabor Layar pun hasil print out yang diterima berbeda dengan hasil sebenarnya. Ini yang lagi kami cari, medali emas yang hilang,” ujar Emil- begitu akrab disapa.

Dia juga menyoal pertandingan sepak bola antara Bontang versus Kutai Timur yang diwarnai kericuhan.

Menurutnya, aksi tidak terpuji dari suporter sangat disayangkan terjadi. Bahkan, akibat kericuhan tersebut pelatih Sepak Bola Bontang harus menerima bogem mentah dari salah satu suporter yang beringas sesaat kericuhan terjadi.

“Saya ada fotonya dan sudah saya sampaikan di grup Whatsapp Porprov. Saya tandak pelakunya,” tandas Emil.

Pun begitu, KONI Bontang menyatakan tidak akan melayangkan somasi atas hasil Porprov. Menurut dia, pelaksanaan Porprov Kutai Timur dianggap paling buruk selama pelaksanaan ajang 4 tahunan ini.

“Biar ini jadi pelajaran, kemarin kontingen kita juga tidak ikut parade defile saat penutupan,” ungkapnya.

Untuk informasi, hasil perolehan medali Porprov Kaltim 2018 kontingen Bontang menduduki posisi ke-6, dengan raihan medali emas sebanyak 32, Perak 63 medali dan Perunggu 108 medali.

Posisi Bontang tepat di bawah Kabupaten Berau, dengan selisih 6 medali emas. (m09)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved