Pertamina RU V Balikpapan

Pertamina Sobat Borneo Eco Camp 2018: Ajak Siswa SMA Melek Energi Terbarukan

Kegiatan yang melibatkan 60 siswa SMA dari 12 SMA se Kota Balikpapan ini diselenggarakan selama 2 hari di Batakan.

Pertamina Sobat Borneo Eco Camp 2018: Ajak Siswa SMA Melek Energi Terbarukan
HO PERTAMINA
Siswa merakit panel surya saat mengikuti Pertamina Borneo Sobat Eco Camp 2018 di Pantai Mentari Compound Batakan, Balikpapan. 

BALIKPAPAN - Ajak siswa SMA untuk lebih peduli terhadap isu lingkungan sekaligus mengenal jenis-jenis sumber energi alternatif, PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) V Balikpapan selenggarakan Sobat Borneo Eco Camp 2018. Kegiatan yang melibatkan 60 siswa SMA dari 12 SMA se Kota Balikpapan ini diselenggarakan selama 2 hari di Pantai Mentari Compound, Batakan Kota Balikpapan, Sabtu dan Minggu (8 sampai 9 Desember 2018).

Kegiatan dikemas dengan kombinasi indoor dan outdoor activity dengan topik-topik menarik dan mengangkat tema “Semangat Muda, Bersinergi Ciptakan Energi Terbarukan”. Pada hari pertama peserta diajak untuk lebih mengenal isu terkait energi terbarukan salah satunya pembangkit listrik tenaga surya yang kini tengah digemari. Tak hanya mendengarkan paparan dan praktek lapangan, para siswa pun ditantang kreatifitas dan wawannya melalui Focus Group Discussion dengan topik energi terbarukan.

Oky Wibisono Manager HSSE Pertamina RU V menyatakan kegiatan ini merupayak upaya Pertamina dalam memberikan pemahaman lebih terkait berbagai isu di bidang energi yang tengah berkembang saat ini, tentunya yang memiliki keterkaitan erat dengan topik lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Peringatan HUT Pertamina Ke-61 yang jatuh pada tanggal 10 Desember 2018.

“HUT Pertamina tahun ini mengangkat tema besar Sinergi Energi. Kegiatan ini merupakan perwujudan dari tema tersebut dengan menjalin sinergi dengan adik-adik SMA guna meningkatkan pemahaman mereka mengenai energi dan hubungannya dengan lingkungan," kata Oky.

Salah satu pembicara, Yoga Pratama pekerja Pertamina RU V Balikpapan yang terpilih menjadi delegasi Indonesia pada International Energy Agency Forum 2018 di Paris Prancis berkat karyanya yang memenangkan kompetisi blog Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada sesinya menyampaikan paparan dengan topik "Empower Youth In Renewable Energy".

Pada sesi ini ia menyampaikan sudut pandang Pertamina tentang renewable energy dan bagaimana peran anak muda untuk berkontribusi di bidang energi terbarukan.

Ia mengatakan kontribusi Pertamina di bidang Renewable Energi sangat besar salah satunya ditunjukan melalui pembentukan anak perusahaan Pertamina Geothermal Energy yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya panas bumi. Selain itu, di wilayah kerja Kota Balikpapan, Pertamina juga mulai menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) lebih dari 1 MW di apartmen Pertamina Balikpapan.

Terkait dengan peran anak muda, di tengah kiprah generasi millenial yang tak kenal batas sudah selayaknya anak muda ikut berkontribusi dengan menggerakkan masyarakat dalam penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) khususnya di Pedalaman dan daerah 3T untuk menggantikan kebutuhan akan energi fossil yang cenderung lebih sulit diakses oleh masyarakat pedalaman. Program ini pula lah yang mengantarkan pemuda berumur 23 tahun ini menang di kompetisi nasional hingga berangkat menuju Paris.

“Apabila belum bisa menjalankan program untuk komunitas, minimal kita sudah dapat mulai mempraktekan penggunaan EBT untuk keperluan sehari-hari, misal membangun panel surya mini di rumah. Hal ini juga dapat menurukan gap antara negara maju yg sudah menerapkan > 25% EBT sebagai energi listrik. Sedangankan di Indonesia masih memanfaatkan EBT sebesar <2.1% dengan angka pertumbuhan yang relatif kecil," ungkapnya.

Menjawab tantangan tersebut, pada agenda berikutnya Pertamina pun mengajak para peserta Borneo Eco Camp untuk membangun mini instalasi panel surya yang nantinya dapat dipraktekan saat kembali ke kediaman atau sekolah masing-masing.

Pada sesi ini, Pertamina menghadirkan Ir. Azhar Kamal seorang praktisi panel surya dari Jakarta untuk memberikan teori sekaligus memandu praktek langsung di lapangan. Azhar yang terbiasa memberikan paparan kepada mahasiswa dan kalangan profesional pun merasa bangga karena para peserta dari SMA Balikpapan dapat mengikuti sesi teori hingga praktek dengan sangat antusias.

Terkait isu lingkungan, Oky kembali menjelaskan pada acara ini para peserta diajak untuk melakukan coastal clean up. Menurutnya fokus dari coastal clean up bukan berada pada kegiatan bersih-bersihnya melainkan gambaran tumpukan sampah yang ditemukan oleh para peserta. Harapannya, para siswa dapat lebih sadar bahwa pembuangan sampah bukanlah hal yang main-main. Sampah kecil yang dibuang oleh 1 individu dapat berefek besar apabila digabungkan dengan individu lainnya.

“Sebagai produsen sampah plastik terbesar di dunia, komitmen pemerintah adalah mereduce sebesar 70% dari sampah plastik tersebut sampai tahun 2025. Dengan melibatkan adik-adik peserta kami berharap kesadaran ini dapat tumbuh sejak dini. Dengan kekuatan social media, kami pun ajak para peserta untuk menyiarkan perihal ini via akun socmed mereka masing-masing," kata Okky. (*)

Editor: M Abduh Kuddu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved