Mancanegara

Agen Federal Selidiki Tim Pelantikan Trump

Hukum Federal AS tidak mengizinkan kontribusi asing terhadap pendanaan untuk acara pelantikan.

Agen Federal Selidiki Tim Pelantikan Trump
Brendan Smialowski / AFP
KUNJUNGI ANAK-ANAK - Presiden AS Donald Trump duduk bersama anak-anak dalams erangkaian tur mengunjungi Rumah Sakit Anak Nasional, Jumat (24/8) di Columbus, Ohio 

TRIBUNKALTIM.CO, WASHINGTON DC - Komite pengukuhan terpilihnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini tengah diselidiki oleh jaksa federal di Manhattan terkait penyalahgunaan sejumlah dana.

Demikian laporan dari The Wall Street Journal pada Kamis (14/12). Tim pelantikan Trump diduga menyalahgunakan dana dari donasi senilai 107 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,5 triliun.
Investigasi dilaporkan baru tahap awal.

Nantinya, penyelidikan akan mengarah pada apakah beberapa donatur utama menyumbangkan uang untuk mendapat akses ke pemerintahan Trump.

Baca: VIDEO - Kebakaran Besar Nyaris Terjadi di Jalan Remaja Samarinda

Dengan begitu, mereka dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah sehingga berpotensi melanggar undang-undang antikorupsi.

Laporan The Wall Street Journal menyebutkan, penyelidikan dimulai sebagian usai agen federal menyita sejumlah dokumen dari mantan pengacara pribadi Trump, Michael Cohen.

Baca: Para Tokoh Agama di Balikpapan Serukan Jaga Persatuan saat Perayaan Natal FKKBB

Sebagai informasi, Cohen telah dijatuhi hukuman penjara tiga tahun atas kejahatan lain yang tidak terkait dengan Trump.

NBC News mewartakan, FBI menggeledah kantor Cohen dan sebuah kamar hotel pada April lalu untuk menggali informasi seputar pembayaran kepada aktris porno Stormy Daniels, yang mengklaim punya hubungan pribadi dengan Trump sebelum pemilu 2016.

Baca: CUPLIKAN GOL & HASIL AKHIR Vietnam vs Malaysia (1-0), Vietnam Juara Piala AFF 2018!

Dalam operasi tersebut, agen FBI menyita rekaman pembicaraan antara Cohen dan Stephanie Winston Wolkoff.
Wolkoff merupakan mantan penasihat Ibu Negara Melania Trump yang juga mengurusi acara untuk komite pelantikan Trump.

Sementara itu, laporan The New York Times mengabarkan beberapa donatur utama berasal dari negara Timur Tengah, termasuk Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Baca: Nasi Persembahan Kuil Tewaskan 11 Orang

Hukum Federal AS tidak mengizinkan kontribusi asing terhadap pendanaan untuk acara pelantikan.

"Hal terbesar yang dilakukan Presiden, komitmennya dalam pelantikan, adalah datang dan mengangkat tangan serta mengambil sumpah jabatan," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders.

Baca: LIVE STREAMING Fulham vs West Ham, Siaran Langsung RCTI dan beIN Sports 1 Jam 00.30 WIB

"Presiden fokus pada transisi pada waktu itu dan bukan pada perencanaan untuk pelantikan," imbuhnya.

Sebelumnya, CNN mencatat total donasi yang diperoleh trump mencapai 107 juta dolar AS. Nilai tersebut kebanyakan diperoleh dari sejumlah donatur kaya yang menyumbang 1 juta dollar AS (Rp 14,5 miliar) atau lebih. (*)

Artikel ini sudah tayang di kompas,com dengan judul Tim Pelantikan Trump Diselidiki Terkait Penyalahgunaan Dana https://internasional.kompas.com/read/2018/12/14/20175471/tim-pelantikan-trump-diselidiki-terkait-penyalahgunaan-dana

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved