Mancanegara

Turki Bersikukuh Pendeta Brunson Anggota CIA

Menlu yang menjabat November 2015 itu menjelaskan dia merupakan pribadi yang lurus seperti Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Turki Bersikukuh Pendeta Brunson Anggota CIA
AFP/ROBERTO SCHMIDT
BERTEMU TRUMP - Pendeta Andrew Brunson (kiri) mendoakan Presiden AS Donald Trump saat keduanya bertemu di ruang kerja presiden di Gedung Putih, Sabtu (13/10). 

TRIBUNKALTIM.CO, ANKARA - Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu melontarkan pernyataan kontroversial terkait pendeta Amerika Serikat ( AS) yang dibebaskan, Andrew Brunson.

Dalam pertemuan Doha Forum, dia menuturkan pendeta yang dituduh terlibat kudeta 2016 bekerja bagi Badan Intelijen Pusat AS ( CIA).

"Semua orang sangat fokus kepada Pastor Brunson ini, yang notabene adalah seorang agen CIA," kata Cavusoglu dilansir Al Arabiya Senin (17/12/2018).

Baca: Wilayah Marangkayu dan Muara Badak Kukar masih Andalkan Waduk untuk Sumber Air Bersih

Menlu yang menjabat November 2015 itu menjelaskan dia merupakan pribadi yang lurus seperti Presiden Recep Tayyip Erdogan.

"Namun fakta itu adalah isu minor dalam hubungan kami. Saat ini, kami menghadapi permasalahan yang lebih berat," ujar Cavusoglu.

Baca: Ratusan Sampah Kaleng Semprot Meledak Bakar Restoran

AS bereaksi dengan meminta Brunson bebas, yang ditanggapi Ankara dengan meminta AS menyerahkan Fethullah Gulen, sosok yang dianggap sebagai otak kudeta 2016.

Karena ia tak segera dibebaskan, AS memberikan sanksi kepada dua menteri Turki yang dianggap terlibat dalam penahanan Brunson.

Baca: Telusuri Perusakan Atribut Demokrat, TKN Jokowi: Kami Duga Itu Simpatisan Partai Pendukung 02

Selain itu, Presiden Donald Trump juga mengumumkan bakal menggandakan bea masuk untuk dua produk ekspor Turki, antara lain baja dan aluminium.

Oktober lalu, pengadilan Turki akhirnya membebaskan Brunson dengan pertimbangan dia sudah menjalani dua tahun hukuman dan berperilaku baik.

Baca: Cara Membuat Best Nine Instagram 2018, Bagikan Foto Terbaik Jelang Tahun Baru 2019

Meski Brunson telah dibebaskan, namun ketegangan antara AS dengan Turki dilaporkan masih ada. Menlu AS Mike Pompeo mendesak Ankara membebaskan warga AS lainnya.

Di antara warga AS yang ditahan di Turki ada seorang ilmuwan NASA bernama Serkan Golge, yang dijatuhi hukuman penjara tujuh tahun pada Februari lalu atas tuduhan teror. Kemudian masih ada dua staf diplomatik AS, salah satunya, mantan staf konsulat Adana Hamza Ulucay. (*)

Artikel ini sudah tayang di kompas.com dengan judul Menteri Turki: Pendeta AS yang Dibebaskan adalah Agen CIA https://internasional.kompas.com/read/2018/12/17/19041251/menteri-turki-pendeta-as-yang-dibebaskan-adalah-agen-cia

Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved