Darurat Narkoba

Pengedar Sembunyikan Sabu di Dalam Dinding

dua unit ponsel, uang yang diduga hasil penjualan sebanyak Rp 2 juta dari tersangka Muslimin dan Rp 650.000 dari Sutiani.

Pengedar Sembunyikan Sabu di Dalam Dinding
HO Polres Kutim
PEMILIK SABU - Dua tersangka ketika diamankan di Polres Kutim 

> Polisi Bekuk Dua Pengedar Sabu di Bengalon

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Polres Kutai Timur kembali mengungkap kasus penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur.

Tepatnya di Jalan Poros Bengalon-Muara Wahau, Gunung Kudung RT 05, Desa Tepian Langsat, Senin (17/12) malam pukul 21.30 wita.  

Baca: Ketua Inasgoc 2018 Erick Thohir: Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Dua tersangka berhasil diamankan dalam kasus tersebut dengan barang bukti berupa tiga poket kecil sabu seberat 1,32 gram beserta plastik pembungkusnya, dua unit ponsel, uang yang diduga hasil penjualan sebanyak Rp 2 juta dari tersangka Muslimin dan Rp 650.000 dari Sutiani.

Baca: PT Energi Unggul Persada Selaku Investor Pabrik CPO di Botang Pastikan Groundbreaking Awal 2019

Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan melalui Kasatreskoba AKP Mikael Hasugian mengatakan pengungkapan keduanya beranjak dari informasi yang diperoleh penyidik pada pertengahan November lalu.

Saat itu diperoleh informasi kerap terjadi transaksi narkoba di Jalan Poros Bengalon-Muara Wahau, sekitar Gunung Kudung, Desa Tepian Langsat.

“Informasi yang diperoleh langsung ditindaklanjuti di lapangan. Beberapa lama melakukan penyelidikan, kemudian aparat berhasil mengamankan tersangka Muslimin alias Pak Kumis di dalam rumahnya di Jalan Poros Bengalon-Muara Wahau,” ungkap Mikael, Selasa (18/12).

Baca: Bukan Pertama Kali Terjadi, Simak Riwayat Korban Tewas Terbakar di Samarinda Selama 2018

Di rumah tersebut, ditemukan beberapa plastik klip, ponsel dan uang yang diduga hasil penjualan narkotika jenis sabu, sebanyak Rp 2 juta. Ia pun langsung digelandang ke Polsek Bengalon untuk dimintai keterangan.

“Dalam pengakuannya, sabu sudah diberikan pada seorang wanita bernama Sutiani alias Dewi yang tinggal di café Rosalinda. Tim langsung melakukan penggeledahan di kamar tersangka dan akhirnya menemukan tiga poket sabu yang disembunyikan di dalam botol permen dan diselip di dinding kamar,” ujar Mikael.

Selain menemukan sabu, kata Mikael, polisi juga menyita uang yang diduga hasil penjualan sabu sebanyak Rp 650.000 dan  ponsel yang digunakan untuk transaksi sabu.

Atas perbuatan tersebut, keduanya dijerat  Pasal 114 ayat (1 ) jo pasal 112 ayat ( 1 ) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman minimal empat tahun pidana kurungan serta denda miliaran rupiah. (*)


Penulis: Margaret Sarita
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved