Criket

PCI Kaltim Yakin Kawinkan Gelar Ikut Kejurnas Cricket U-19 di Banten

Dengan mempertandingkan 2 kategori, yaitu twenties putra dan putri, diikuti 4 tim putra dan 6 tim putri dari masing-masing Provinsi.

PCI Kaltim Yakin Kawinkan Gelar Ikut Kejurnas Cricket U-19 di Banten
Ilustrasi cricket 

PCI Kaltim Yakin Kawinkan Gelar Ikut Kejurnas Cricket U-19 di Banten

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kaltim kirimkan atlet criket terbaiknya di Kejuaraan Nasional Cricket U-19 yang berlangsung 15 -21 Desember 2018 di Banten.

Dengan mempertandingkan 2 kategori, yaitu twenties putra dan putri, diikuti 4 tim putra dan 6 tim putri dari masing-masing Provinsi.

Untuk tim putra hanya Kalimantan Timur, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, sementara untuk tim putri Kalimantan Timur, Jawa Barat, Sumatra Barat, Sulawesi Selatan, Banten, dan DKI Jakarta.

Budi Iriawan, Sekertaris Umum PCI Kaltim menuturkan, dari beberapa pertandingan yang dijalani atlet criket perwakilan Kaltim, memberikan hasil yang cukup memuaskan.

Walaupun diakuinya tim criket Kaltim itu sendiri terbentuk dengan waktu yang cukup mepet, namun Budi mengatakan yakin Kaltim bisa mengawinkan gelar dari 2 nomor yang dipertandingkan.

"Saya yakin kita bisa mengawinkan gelar ini, ya padahal tim ini hasil seleksi di Porprov, sangat mepet, kita selesai Porprov tanggal 10 kemarin, dan kemudian mengumpulkan tim pada 14 dan kemudian bertanding di tanggal 15," ucapnya Rabu (19/12/2018).

Diketahui dari Budi, bahwa untuk tim putra pada Kamis (20/12/2018) akan menjalani laga terakhir atau finalnya menghadapi Banten, sedangkan tim putri akan menghadapi Jawa Barat dalam perebutan juara Nantinya.

Dijelaskan lebih lanjut, Budi mengatakan sempat kecewa dengan beberapa keputusan PCI Pusat yang dirasa merugikan timnya.

Hal tersebut lantaran jumlah bertanding dari 4 tim kurang, karena sesuai peraturan setiap turnamen, minimal ada 5 kali pertandingan setiap tim, namun tim putra hanya bertanding sebanyak 3 kali mengingat jumlah peserta yang sedikit.

Atas dasar itu, PCI Pusat menambahkan babak selanjutnya agar terlaksana minimal 5 pertandingan.

"Kaltim sudah menang dari 3 tim lainnya, tapi dr PCI Pusat membuat lagi babak semifinal, jadi tim kembali di croos ini yang tidak terima. Juga sempat menyesalkan teman-teman yang ikut TM, entah tidak paham atau seperti apa. Memang diwajibkan 5 kali main dalam suatu turnamen, nah memang ini kan hanya 4 tim sehingga hanya 3 kali main, caranya saja yang kami tidak setuju, untung saja kami menang dan melaju ke final," jelasnya. (m03)

Penulis: Imaduddin Abdur Rachim
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved