SOBIZ

Peringati HUT, DWP Kutim Gelar Seminar dari Keluarga Menuju Cinta Sejati

Menurut motivator Asep, keluarga harus memiliki pondasi agar bahagia. Salah satu cirinya adalah selalu tersenyum saat ada masalah maupun tidak.

Peringati HUT, DWP Kutim Gelar Seminar dari Keluarga Menuju Cinta Sejati
TRIBUN KALTIM
Motivator Asep saat memberi motivasi kepada anggota DWP Kutim. Asep menyebutkan bahwa keluarga haruslah memiliki pondasi bahagia. 

SANGATTA – Memperingati HUT ke 19, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kutai Timur sebagai organisasi yang mengayomi istri Aparatur Sipil Negara (ASN), mengisi dengan kegiatan yang bermanfaat untuk keluarga, yakni menggelar seminar bertajuk Dari Keluarga Menuju Cinta Sejati, dengan menghadirkan motivator H Asep Mahfudin dari Bandung, Selasa (18/12).

Seminar yang digelar di ruang Akasia Gedung Serba Guna (GSG) Bukit Pelangi bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP&PA) mengajak para pengurus DWP Kutim, maupun para peserta seminar lainnya untuk membina keluarga sebaik mungkin.

“Tema seminar yang digelar kali ini, sangat bermanfaat bagi para anggota DWP Kutim. Dimana ada keluarga di situ ada cinta sejati. Karena keluarga adalah titik tolak kehidupan kita. Keluarga yang tidak harmonis akan berpengaruh pada anak, juga lingkungan sekitar,” kata Kepala Dinas PP & PA, dr Hj Aisyah M MARS.

Sebagai ibu, kata Aisyah, para anggota DWP Kutim bisa jadi ada yang menjadi wanita karir. Dokter atau insinyur misalnya. Profesi dalam berkarir, bisa digantikan. Tapi, sebagai ibu tidak bisa. “Mari jadikan rumah kita menjadi rumah yang penuh cinta,” ujar Aisyah.

Senada, Ketua DWP Kutim, Hj Sri Andayani Irawansyah juga mengajak agar seluruh anggota DWP Kutim mengikuti seminar dengan seksama dan menciptakan keharmonisasi di keluarga masing-masing. “Karena dari keluarga yang penuh cinta, akan terbentuk generasi penerus bangsa yang aktif, kreatif dan cerdas,” kata Sri.

Dalam paparannya, Asep mengatakan konsep keluarga saat ini banyak tergerus aktifitas dan rutinitas. Ketahanan keluarga harus memiliki pondasi agar bahagia. Salah satu cirinya adalah selalu tersenyum. Ada masalah ataupun tidak, tetap tersenyum.

“Bahagia bisa diperoleh dari kemauan untuk menolong orang lain, memaafkan orang lain, memiliki teman sejati, selalu bersyukur, berbagi kebahagiaan dengan yang lain dan memiliki komitmen aku ingin bahagia,” kata Asep. (*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: M Abduh Kuddu
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved