Skandal Pengaturan Skor
Isu Pengaturan Skor yang Beredar di Liga 1 dan 2 Indonesia Selama 2018, Berikut Rekam Jejaknya
Banyak isu pengaturan skor di sepak bola Indonesia yang menyeruak pada musim 2018, mulai dari kasta tertinggi hingga turun ke kasta berikutnya.
Isu Pengaturan Skor yang Beredar di Liga 1 dan 2 Indonesia Selama 2018, Berikut Rekam Jejaknya
TRIBUNKALTIM.CO - Banyak isu pengaturan skor di sepak bola Indonesia yang menyeruak pada musim 2018, mulai dari kasta tertinggi hingga turun ke kasta berikutnya.
Sederet isu pengaturan skor menyeruak di sepak bola Indonesia pada musim kompetisi 2018.
Namun begitu, belum ada satu pun pihak yang tertangkap tangan melakukan kegiatan mafia ini.
Berikut tim BolaSport.com merangkum deretan isu pengaturan skor yang sempat naik ke permukaan.
1. Persib Bandung vs PSMS Medan
Persib Bandung sempat diterpa isu tidak sedap terkait suap dan pengaturan skor.
Dugaan kasus suap dan pengaturan skor menerpa Persib Bandung saat menjamu PSMS Medan di Stadion I Wayan Diptya, Gianyar, Bali pada laga pekan ke-31 Liga 1 2018, Jumat (9/11/2018).
Mantan pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez, menyampaikan dugaan pengaturan skor telah dilakukan oleh empat pemainnya.
Namun, pihak klub telah mengeluarkan pernyataan resmi yang membantah dengan tegas tuduhan-tuduhan yang tak berdasar tersebut.
"Persib dengan ini menegaskan bahwa sepenuhnya percaya dengan para pemainnya dan membantah tegas tuduhan yang dialamatkan kepada para pemain Pangeran Biru," dikutip dari rilis laman resmi Persib.
• PSSI Resmi Tunjuk Simon McMenemy jadi Pelatih Timnas Indonesia
• 2 Nama Exco PSSI Terseret dalam Mafia Sepak Bola, dari Pengaturan Skor hingga Tawaran Manajer Timnas
2. Persebaya Surabaya vs PSMS Medan
Pertandingan antara PSMS Medan dan Persebaya Surabaya dinilai mengandung unsur pengaturan skor pada laga pekan ke-33 Liga 1 2018. Namun, penilaian itu hanya datang dari netizen.
Persebaya dikalahkan secara telak 0-4 oleh PSMS Medan yang sedang mengejar misi naik ke zona aman Liga 1 2018.
Kegagalan itu membuat banyak argumentasi langsung bermunculan mengingat Bajul Ijo tengah dalam kondisi digdaya dalam beberapa laga sebelumnya.