Gegara 12 Kali Bolos Sidang Paripurna, Anggota DPD RI asal Yogyakarta Diberhentikan Sementara

Hemas diberhentikan sementara karena sudah dua belas kali tidak menghadiri sidang paripurna DPD RI serta sudah melewati tahapan sanksi lainnya.

Gegara 12 Kali Bolos Sidang Paripurna, Anggota DPD RI asal Yogyakarta Diberhentikan Sementara
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
GKR Hemas saat memberikan keterangan kepada wartawan di kediamanya di Jakarta, Rabu (5/4/2017) lalu. Badan Kehormatan DPD mengumumkan keputusannya memberhentikan sementara GKR Hemas. 

Gegara 12 Kali Bolos Sidang Paripurna, Anggota DPD RI asal Yogyakarta Diberhentikan Sementara

TRIBUNKALTIM.CO - Pemberhentian sementara dilakukan Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) kepada senator asal Yogyyakarta GKR Hemas.

Alasan pemberhantian sementara itu dijelaskan Ketua BK DPD Mervin S Komber.

Ia mengatakan, Hemas diberhentikan sementara karena sudah dua belas kali tidak menghadiri sidang paripurna DPD RI serta sudah melewati tahapan sanksi lainnya.

Ketua DPD PDIP Riau: Pelaku Perusakan Atribut Partai Demokrat Bukan Kader atau Simpatisan PDIP

“Berdasarkan hasil sidang etik dan juga keputusan pleno Badan Kehormatan DPD RI, telah ditemukan data dua belas kali secara berturut turut tidak menghadiri sidang paripurna DPD RI,” ujar Mervin melalui keterangan tertulisnya, Jumat (21/12/2018).

BK DPD juga menjatuhkan sanksi pemberhentian sementara terhadap senator dari Propinsi Riau Hj Maimana Umar.

 Selain itu, beberapa senator lain juga dijatuhi hukuman yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat kesalahannya. 

Beberapa anggota dikenakan sanksi ringan dan sedang berupa peringatan tertulis.

Terungkap Surat Wasiat Suzanna, Ada Pesan Agar Keluarga tak Ikut Campur Pemakaman, Ini Isinya

Menurut Mervin, BK DPD menjatuhkan saksi pemberhentian sementara kepada kedua senator karena terbukti telah melanggar Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3), Tata Tertib DPD RI dan kode etik DPD RI.

“Kami juga sudah menjatuhkan sanksi peringatan lisan, namun tidak ada perubahan dan dilanjutkan dengan sanksi tertulis. Sesuai dengan aturan yang berlaku maka kemudian dijatuhkan sanksi pemberhentian sementara,” kata Mervin.

Halaman
12
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved