Berita Video

VIDEO - Sita Tiga Koper Dokumen, Kejati Bidik Tambang Ilegal di Tahura

Sebelum menggeledah dan menyita barang bukti, Kejati Kaltim menyurati Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Samarinda.

VIDEO - Sita Tiga Koper Dokumen, Kejati Bidik Tambang Ilegal di Tahura
Tribun Kaltim
DIAMANKAN - Petugas UPTD Tahura Bukit Soeharto dibantu personel gabungan mengamankan satu ekskavator dan empat orang yang beroperasi ilegal di Tahura Bukit Soeharto, Rabu (19/12) 

TRIBUNKALTIM.CO ‑ Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim diam-diam tengah membidik perkara dugaan korupsi sektor pertambangan batu bara, di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto. Hampir enam bulan lamanya, Kejati Kaltim mendalami dan menindaklanjuti laporan dugaan korupsi perusahaan tambang PT KBM.

Setelah menerima laporan dari gabungan mahasiswa, Kamis (5/4/2018) lalu, tim Intelijen Kejati Kaltim butuh waktu cukup lama untuk melimpahkan laporan itu ke Pidana Khusus Kejati.  Perusahaan tambang tersebut diduga menggunakan lahan bekas sumur PT Vico untuk stockpile batu bara.

Tidak hanya itu, surat laporan pengaduan mahasiswa juga menyebutkan, bahwa Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT KBM No. 540/1743/IUP‑OP/MB‑PBAT/XII/2009 tanggal 11 Desember 2009, dari luas area 1.000 hektare, terdapat 148,22 hektare diduga masuk kawasan Tahura Bukit Soeharto.

Baca: Jadi Saksi Kunci Kasus Mafia Match Fixing, Ini 3 Kejanggalan Kecelakaan Pemain PSMP Krisna Adi

Setelah melakukan telaah, tim Intelijen melimpahkan ke Tim Pidsus. Pasalnya sudah mengantongi adanya dua unsur indikasi dugaan korupsi.  Untuk memudahkan proses penyidikan, tim Pidsus Kejati Kaltim melakukan upaya penggeledahan di kantor PT KBM, Jl Imam Bonjol, Samarinda, untuk mendaparkan data yang dibutuhkan.

 Sebelum menggeledah dan menyita barang bukti, Kejati Kaltim menyurati Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Samarinda.

Aksi penggeledahan dan penyitaan, dipimpin langsung Ketua tim Abdullah (Asisten Pembinaan) didampingi Andri Tri Wibowo (Kasi Penyidikan Pidana Khusus Kejati Kaltim) dan tim Satgassus.

Hasil penggeledahan, tim penyidik menyita tiga tas bagasi (koper) yang diamankan diperkirakan berisi dokumen‑dokumen terkait izin perusahaan tambang. Satu persatu tas koper diangkat dua petugas kejaksaan dimasukan ke dalam mobil.

Baca: VIDEO Link Live Streaming Manchester United vs Huddersfiled Jam 22.00 WIB

Asisten Pidana Khusus Kejati Kaltim, Bambang Marwoto dikonfirmasi Tribun enggan memberikan penjelasan. Terkait penanganan perkara dugaan korupsi pertambangan di Tahura Bukit Soeharto, dia menyerahkan ke Kasi Penyidikan Pidana Khusus Andri Tri Wibowo.

"Silakan tanyakan ke Kasi Dik (Penyidikan). Saya kan orang baru. Kalau itu perkara lama, tanya ke Kasi Dik ya," kata Bambang Marwoto, usai shalat Ashar di Kantor Kejati Kaltim, Jalan Bung Tomo, Samarinda, Rabu (26/12).

Informasi yang dihimpun Tribun, tim penyidik Kejati Kaltim belum menetapkan calon tersangkanya. Alasannya, sedang mengawal tahap perhitungan kerugian negara. Saat ini, tim penyidik berkolaborasi dengan auditor yang menghitung kerugian negara akibat pertambangan di Tahura tersebut.

Baca: Jadi Saksi Kunci Kasus Mafia Match Fixing, Ini 3 Kejanggalan Kecelakaan Pemain PSMP Krisna Adi

Terpisah, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kaltim, Acin Muksin membenarkan bahwa, tim Pidsus melakukan penggeledahan dan penyitaan.  "Iya itu perkara yang dilaporkan beberapa waktu lalu. Perusahaan PT KBM," ucap Acin dikonfirmasi Tribun, Rabu (5/4).

Ditanya penanganan perkara itu apakah sudah tahap penyelidikan atau penyidikan? "Kalau sudah penggeledahan berarti sudah penyidikan. Cuma belum ditetapkan (tersangkanya)," tambah Acin.

Perkara yang dilaporkan, antara lain terkait lahan bekas sumur digunakan untuk stockpile batu bara. Perkara itu sudah diselesaikan setelah ada pertemuan dengan institusi dari pemerintah.

Simak Videonya :

(*)

Editor: Arif Fadilah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved