Tanggapan Rizal Ramli saat Rhenald Kasali Sebut Amerika Marah Besar RI Beli Saham Freeport!

Tak hanya itu, Rhenald Kasali juga menyebut Amerika Serikat (AS) marah besar saat pemerintahan Indonesia berani membeli saham Freeport.

Tanggapan Rizal Ramli saat Rhenald Kasali Sebut Amerika Marah Besar RI Beli Saham Freeport!
Kolase TRIBUN KALTIM/DOK TRIBUNNEWS
Rhenald Kasali dan Rizal Ramli - Tanggapan Rizal Ramli saat Rhenald Kasali Sebut Amerika Marah Besar RI Beli Saham Freeport! 

Tanggapan Rizal Ramli saat Rhenald Kasali Sebut Amerika Marah Besar RI Beli Saham Freeport!

TRIBUNKALTIM.CO -- Ekonom senior, Rizal Ramli tampak memberikan komentar terkait pernyataan Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali soal pengambilalihan saham PT Freeport Indonesia.

Dilansir oleh TribunWow.com, hal itu disampaikan Rizal Ramli melalui akun Twitternya, @RamliRizal, Kamis (27/12/2018).

Awalnya, Rizal Ramli mentautkan pemberitaan terkait pernyataan Rhenald Kasali yang menyebut pengambil alih sebagian besar saham PT Freeport Indonesia merupakan langkah berani dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

 

 

Dalam pemberitaan itu Rhenald Kasali menilai pemimpin sebelumnya tidak ada yang secara tegas bersikap untuk merebut Freeport untuk dikuasai Indonesia.

Tak hanya itu, Rhenald Kasali juga menyebut Amerika Serikat (AS) marah besar saat pemerintahan Indonesia berani membeli saham Freeport.

Adu Pendapat soal Freeport dengan Rizal Ramli, Mahfud MD : yang Dipertaruhkan Hak Generasi Penerus

Menanggapi hal itu, Rizal Ramli mengatakan Rhenald Kasali merupakan ahli marketing yang sedang menyamar sebagai ahli geostrategis.

"Wah teman saya @Rhenald_Kasali, ahli marketing lagi nyamar jadi ahli geostrategis. justru Jkw deal cepat dgn Freeport spy dapat dukungan Amerika jelang Pilpres," tulis Rizal Ramli.

Gara-gara Freeport, Dulu Mahfud MD Dukung Fadli Zon Penjarakan Sudirman Said, Kini Berubah!

Diberitakan Kompas.com, Rhenald Kasali mengatakan, banyak pihak yang menyebut bahwa Freeport memang sudah saatnya beralih ke tangan Indonesia karena kontraknya akan habis 2021.

"Ide itu murah karena tak berisiko apa-apa, tetapi implementasi itu mahal karena yang menjalankan akan babak belur," ujar Rhenald Kasali dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/12/2018).

Halaman
123
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved