Mahasiswi Samarinda Dipukul

Mahasiswi Samarinda Dipukul Saat Shalat, MUI: Pengurus Masjid Harus Bertanggung Jawab

"Tetap saja datang ke masjid untuk memakmurkan masjid, tidak perlu cemas dan takut," tutupnya.

Mahasiswi Samarinda Dipukul Saat Shalat, MUI: Pengurus Masjid Harus Bertanggung Jawab
TRIBUNKALTIM.CO / NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Mahasiswi Samarinda yang jadi korban pemukulan saat shalat melaporkan kejadian pemukulan tersebut kepada polisi di Polresta Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu(29/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Samarinda angkat bicara mengenai aksi pemukulan yang terjadi di masjid, saat korbannya tengah menjalankan ibadah shalat.

Ketua MUI Kota Samarinda, Zaini Naim menjelaskan, kejadian itu merupakan kelalaian dari pengurus masjid yang membiarkan orang tidak dikenal tidur di masjid dengan maksud dan tujuan yang tidak jelas.

"Itu jadi pelajaran bagi kita semua, terutama pengurus masjid maupun langgar. Masjid dan langgar itu rumah ibadah, rumah Tuhan yang harus dijaga keamanan dan kebersihannya," jelasnya, Minggu (30/12/2018).

"Orang yang tidak bersih tidak boleh masuk masjid. Kalau dia masuk masjid harus shalat dua rakaat dulu, ini untuk kesuciannya dalam artian batinnya," tambahnya.

Baca juga:

Masuk Kamar Raja di Fairmont, Arie Untung: ''Alhamdulillaah Jadi Salah 1 Orang Pertama yang Nyicip''

Kapasitas Tampung Hanya 100, Pelabuhan Berau Tangani Lebih dari 25 Ribu Peti Kemas Sepanjang 2018

Ajukan Penangguhan Selama Seminggu, Istri AW Siap Jadi Penjamin

Konflik Agraria Disajikan Dalam Pertunjukan, Belajar Teater Persembahkan 'Membaca Tanda-Tanda'

Halaman
1234
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved