Dance Sport

Porprov Bukan Patokan, IODI Tetap Lakukan Seleksi Atlet Dansa Untuk Pra-PON 2019

Luhur mengatakan nantinya tetap akan seleksi yang akan mereka selenggarakan. Namun untuk waktu pelaksanannya, Luhur belum bisa membeberkannya.

Porprov Bukan Patokan, IODI Tetap Lakukan Seleksi Atlet Dansa Untuk Pra-PON 2019
TRIBUN KALTIM/IMADUDDIN ABDUR RACHIM
Penampilan atlet dance sport dalam Porprov VI Kaltim yang dilaksanakan di Kutim beberapa waktu lalu. 

Porprov Bukan Patokan, IODI Tetap Lakukan Seleksi Atlet Dansa Untuk Pra-PON 2019

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kaltim yang diselenggarakan oleg Kutim selaku tuan rumah telah usai.

Rupanya, hasil dari Porprov itu tidak mutlak jadi patokan bagi beberapa cabang olahraga untuk mempersiapkan diri pada Pra-PON mendatang, salah satunya untuk cabor dance sport.

"Hasil dance sport dalam Porprov banyak perubahan yang signifikan. Kedepan untuk Pra-PON tentu kita tidak bisa hanya berpatokan dalam hasil Porprov kemarin," ungkap Sekertaris Umun IODI Kaltim, Luhur Wicaksono.

Lebih lanjut, Luhur mengatakan nantinya tetap akan seleksi yang akan mereka selenggarakan. Namun untuk waktu pelaksanannya, Luhur belum bisa membeberkannya.

"Tetap akan kita lakukan seleksi karena atlet yang akan kita turunkan atlet yang sudah siap dari mental fisik dan segi tekniknya juga," tambahnya.
Rencananya, untuk cabor dance sport pada Pra-PON mendatang akan dipertandingkan pada bulan Agustus di Bali.

Seperti diberitakan sebelumnya, IODIKaltim, akan mengirimkan perwakilannya mengikuti seleksi atlet dance sport, untuk Sea Games 2019 Filipina. Sebanyak 3 pasang atlet dance sport akan mereka kirim untuk mengikuti seleksi yang rencananya akan dilaksanakan pada 17-18 Januari 2019 mendatang.

"Januari tanggal 17-18 kita ada seleksi nasional untuk Sea Games Filipina, kita akan mengirimkan 3 pasang atlet ke Bali nanti," Luhur
Berbicara mengenai peluang,

Luhur mengaku Kaltim jelas memiliki peluang, hal tersebut lantaran Kaltim merupakan 3 besar nasional dalam cabang olahraga dance sport. "Peluang kita ada, karena dance sport kita termasuk tiga besar nasional, saingan kita Bali dan DKI Jakarta," ucapnya.

Ketiga atlet tersebut jelas Luhur merupakan atlet dance sport senior, sementara kelas junior masih dipersiapkan untuk Pra-PON mendatang. Diakui Luhur, kerangka atlet saat ini sudah ada, namun untuk junior nantinya akan melengkapi kuota di sana.

"Kerangka atlet Pra-PON sudah ada, tinggal menambah nantinya junior yang kita lihat dari Porprov, namun tetap akan ada seleksi. Junior yang ada masih kurang jam terbang, tapi mereka bisa menambah kuota kita dalam Pra-PON, karena prioritas kita masuk dalam zona medali nantinya," terang Luhur. (m03)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved