Berita Video

VIDEO EKSKLUSIF - Pemkot Balikpapan Rencanakan Normalisasi Sungai Ampal

Targer pembebasan lahan ini diawal tahun 2019. Saat ini Pemkot masih menunggu hasil dari BPN. Secara keseluruhan lahan yang dibebaskan sekitar

VIDEO EKSKLUSIF -  Pemkot Balikpapan Rencanakan Normalisasi Sungai Ampal
tribunkaltim.co/ aris
kondisi aliran sungai ampal di sekitar jembatan pasar segar, kelurahan sumber rejo. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pemkot Balikpapan akan membebaskan 15 hektar lahan di wilayah sekitar Sungai Ampal. Pasalnya lahan di kawasan Sungai Ampal ini terlalu padat penduduk dengan berbagai aktivitasnya sehingga mengakibatkan aliran air ke Sungai Ampal terhambat.

Dampaknya, kawasan ini selalau menjadi titik banjir di kota Balikpapan. 

Rencana tersebut diungkapkan oleh Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) Kota Balikpapan, Andi Muhammad Yusri. Proses pembebasan lahan Sungai Ampal saat ini sudah ditangani oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Sekarang sudah disosialisasikan, kami sudah pasang spanduk d wilayah Sungai Ampal, dan beberapa hari lalu memasang patok serta pengukuran oleh BPN Balikpapan," kata Yusri, Selasa (1/1/2019).

Baca: Raffi Ahmad Ajak Maruf Amin Nge-vlog, Ini yang Mereka Bicarakan

Baca: VIDEO - Food Festive, Alternatif Liburan Awal Tahun Berwisata Kuliner

Untuk pembebasan lahan ini Pemkot Balikpapan menggangarkan dana sekitar Rp 4 Milar. Dan pada tahun 2018 lalu juga dianggarkan sekitar Rp 5 Miliar.

"Namun permasalahannya tanah masih sengketa. Jika masih sengketa akan diarahkan ke konsinasi," ujar Yusri.

Targer pembebasan lahan ini diawal tahun 2019. Saat ini Pemkot masih menunggu hasil dari BPN. Secara keseluruhan lahan yang dibebaskan sekitar 15 hektar.

"Lahan tersebut dari hilir sampai hulu. Kami berharap 2019 ini ada progres. Satu sampai dua tahun selesai," katanya.

Dalam pembebasan lahan tersebut ada empat kelurahan yang terdamapak. Namun, semua warga sudah disosialisasikan, sehingga mengetahui  lebih awal dan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

"Pada umumnya masyarakat merespon. Namun Pemkot harus hati-hati untuk pembebasan lahannya. Surat-surat dan sebagainya harus diperhatikan," katanya.

Halaman
12
Editor: Arif Fadilah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved