Telkomsel

Telkomsel Wujudkan Impian Masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu

Berada di jantung Kalimantan, tentu tidak terlepas dari kendala-kendala, terutama komunikasi. Upaya pemerintah memang telah dilakukan.

Telkomsel Wujudkan Impian Masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu
HO/Corcom Telkomsel Regional Kalimantan
Tim Telkomsel bersama perwakilan Pemkab Mahulu dalam rangka pengoperasian BTS baru di Kabupaten Mahakam Ulu. 

Telkomsel Wujudkan Impian Masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Daerah di Kalimantan Timur masuk dalam area Heart Of Borneo dan berada dekat dengan kawasan perbatasan yakni Kabupaten Mahakam Ulu. Untuk menuju kabupaten ini masih harus menggunakan transportasi air.

Sementara untuk menembus kabupaten termuda ini melalui darat, membutuhkan waktu yang tidak sebentar, sekitar 2 malam dari Ibukota Kalimantan Timur (Kaltim) dan harus menyeberangi beberapa anak sungai mahakam.

Kendaraan roda empat menyeberangi sungai saat air surut. Namun saat air pasang, kendaraan menggunakan jasa feri untuk menyeberangi di jalan poros antara Kutai barat menuju Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu.
Kendaraan roda empat menyeberangi sungai saat air surut. Namun saat air pasang, kendaraan menggunakan jasa feri untuk menyeberangi di jalan poros antara Kutai barat menuju Ujoh Bilang, Kabupaten Mahakam Ulu. (TRIBUN KALTIM/MARTINUS WIKAN)

Berada di jantung Kalimantan, tentu tidak terlepas dari kendala-kendala, terutama komunikasi. Upaya pemerintah memang telah dilakukan. Untuk meminimalisir keterbelakangan informasi tersebut, seperti yang dikatakan Rahmad Putra Jaya, selaku General Manager ICT Operation Region Telkomsel Kalimantan, dengan meluncurkan Telkomsel Merah Putih, sebagai program menembus keterbatasan informasi yang membantu pemerintah.

Sejak tahun 2008, PT Telkomsel memang telah berhasil membuka jaringan di sekitar 450 lokasi, dari ujung Barat hingga ujung Timur Indonesia. “Di Mahakam Ulu, saat program Merah Putih kami membangun beberapa BTS di Mahakam Ulu. Teknologi mengunakan remote solution system, yang dinamakan Very Small Aperture Terminal-Internet Protocol (VSAT-IP) berbasis satelit dengan power supply menggunakan solar panel system,”katanya, Rabu (2/1/2019)

Acara Hudoq Pekayang yang diikuti hampir semua kampung di Kecamatan Long Pahangai
Acara Hudoq Pekayang yang diikuti hampir semua kampung di Kecamatan Long Pahangai (TribunKaltim/M WIKAN H)

Namun teknologi ini tidak mampu memenuhi kebutuhan telekomunikasi orang banyak, karena hanya mampu mengcover sekitar 500 meter area, bahkan untuk kebutuhan data sangatlah tidak menunjang. “Paling tidak kami telah membuka keterasingan dari teknologi telekomunikasi,” katanya.

Sementara itu, makin bertambahnya waktu, maka makin maju pula teknologi telekominikasi, hingga kabupaten termuda itu, berupaya untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi masyarakatnya, Hingga akhinya pada Juli 2018 lalu, masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu mendapatkan keinginannya menembus dunia telekomunikasi berbasis data.

Salah satu penjual kebutuhan pokok di Desa Tiong Bu'u, Kecamatan Long Apari yang lokasinya berada di seberang Desa Tiong Ohang yang juga ibu kota Kecamatan Long Apari.
Salah satu penjual kebutuhan pokok di Desa Tiong Bu'u, Kecamatan Long Apari yang lokasinya berada di seberang Desa Tiong Ohang yang juga ibu kota Kecamatan Long Apari. (TRIBUN KALTIM/MARTINUS WIKAN)

“Tentu saja sebagai daerah yang baru berkembang kebutuhan data dan telekomunikasi berbasis 4g sangat dibutuhkan dan Telkomsel hadir di sana pada Juli 2018,” Kata Rahmad.

Upaya itu tidaklah mudah, pemerintah Mahakam Ulu, berulang kali bertemu dengan pihak PT Telkomsel Regional Kalimantan, untuk membicarakan keinginan masyarakat terkait telekomunikasi berbasis data.

Manager ICT Operation Regional Kalimantan Telkomsel, Rahmad Putra Jaya.
General Manager ICT Operation Regional Kalimantan Telkomsel, Rahmad Putra Jaya. (TribunKaltim.co/Syaiful Syafar)

“Kami sangat menyambut pemerintah Mahakam Ulu berkali-kali datang untuk mewujudkan keinginan masyarakat terkait teknologi telekomunikasi. Dengan itu kami turut membantu masyarakat digital di Indonesia”lanjut Rahmad.

Halaman
123
Penulis: Martinus Wikan
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved