Berita Video

VIDEO - Detik-detik Damkar Kota Samarinda Evakuasi Ular Sanca di Plafon Bangunan

Ular tersebut ditemukan pertama kali oleh sekelompok anak yang sedang bermain di sekitar bangunan kosong, yang berada di kebun jagung warga

VIDEO - Detik-detik Damkar Kota Samarinda Evakuasi Ular Sanca di Plafon Bangunan
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D
Personel Damkar Kota Samarinda mengevakuasi ular sanca sepanjang 2 Meter yang berada di plafon bangunan kosong, Sabtu (5/1/2019). 

Ular Sanca di Plafon Bangunan Buat Warga Panik, Damkar Akhirnya Turun Tangan Lakukan Evakuasi 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Samarinda kembali berhasil mengevakuasi hewan yang dinilai dapat membahayakan warga, Sabtu (5/1/2019).

Sebelumnya, seekor ular sanca sepanjang kurang lebih 2 Meter membuat warga di jalan Citanduy, RT 24, Tanah Merah, Samarinda Utara, panik.

Selain dinilai dapat membahayakan warga sekitar, keberadaan ular itu juga diduga sebagai penyebab hilangnya beberapa hewan ternak warga, seperti ayam dan bebek.

Dituduh Pegang-pegang Bokong Istri Orang di Pasar Malam, Penjual Molen Babak Belur Dikeroyok

Niatnya Pamer Makan Daging Saat Tahun Baru, Iis Dahlia Malah Buat Kesalahan Fatal

Ular tersebut ditemukan pertama kali oleh sekelompok anak yang sedang bermain di sekitar bangunan kosong, yang berada di kebun jagung warga, Sabtu (5/1/2019) sekitar pukul 13.30 Wita

Saat itu, ular yang diketahui berjenis kelamin betina tengah berada di plafon bangunan, yang dulunya merupakan salah satu pendukung tempat wisata air terjun Tanah Merah.

"Anak-anak yang lihat pertama kali. Tentu membahayakan ular ini, karena beberapa kali warga disini kehilangan hewan ternaknya, kami duga dimakan ular ini, dan kami juga khawatir kalau tidak ditangkap, nanti menyerang kami, terutama anak-anak," ucap Rasto (46), warga sekitar.

Dia menilai, keberadaan aktivitas tambang batu bara jadi salah satu sebab ular mendekat ke permukiman warga.

Pasalnya area tambang batu bara yang berada tidak jauh dari kebun maupun permukiman warga dulunya merupakan hutan yang menjadi tempat tinggal hewan.

Halaman
12
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Arif Fadilah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved