ADVERTORIAL

Pembangunan Gardu Induk Terhambat, Balikpapan Berpotensi Padam Bergilir

Jaringan SUTT 150 kV tidak berbahaya bagi kesehatan atau jaringan SUTT 150 KV telah memenuhi persyaratan keamanan.

Pembangunan Gardu Induk Terhambat, Balikpapan Berpotensi Padam Bergilir
HUMAS PLN
Pembangunan infrastruktur Gardu Induk yang berlokasi di Balikpapan. 

BALIKPAPAN - Kota Balikpapan telah menjadi pusat industri dengan olahan sumber daya alamnya dapat mendorong peningkatan perekonomian daerah. Hal ini mendorong investor berlomba-lomba mengembangkan sayapnya di bidang industri. Dengan perkembangan industri dan perekonomian, PLN selaku BUMN bertanggung jawab menyediakan tenaga listrik handal sebagai pendorong pembangunan daerah.

Seperti yang saat ini dilaksanakan PT PLN UIP Kalbagtim, yakni pembangunan infrastruktur keternagalistrikan GI 150 kV New Balikpapan dan SUTT 150 kV GI New Balikpapan-Inchomer 2 phi berlokasi di Kelurahan Sepinggan Baru, Kecamatan Balikpapan Selatan.

"Pembangunan gardu induk di Kota Balikpapan harus segera diselesaikan guna menjaga kehandalan daya yang didistribusikan untuk pemenuhan kebutuhan kelistrikan rumah tangga," kata Iswan Prahastono, General Manager PLN UIP Kalbagtim.

Dikemukakan, jika gardu induk mencapai beban puncak maksimal, dipastikan akan sering terjadi pemadaman, dan kualitas daya yang didistribusikan tidak dalam kondisi maksimal. Untuk melakukan distribusi daya yang diolah dalam gardu induk sendiri dibutuhkan jaringan transmisi SUTT 150 kV yang menyambungkan antara gardu induk satu dengan yang lainnya.

Disampaikan, sebagai laporan bahwa untuk pekerjaan pembangunan GI 150 kV New Balikpapan secara konstruksi progres mencapai 83,15 persen. Nantinya akan berfungsi untuk mengubah tegangan (menaikkan/menurunkan) dalam kegiatan penyaluran daya untuk didistribusikan ke masyarakat.

Manfaat dari pembangunan gardu induk selain mengubah tegangan berfungsi juga untuk menjaga kehandalan sistem kelistrikan. Hal ini diperkuat dengan lokasi-lokasi gardu induk saat ini berada di tepi kota dan untuk gardu induk yang berada di tengah kota untuk melayani kebutuhan listrik di area perumahan.

Sedangkan SUTT 150 kV GI New Balikpapan-Inchomer 2 phi yang menjadi 1 paket pekerjaan dengan GI 150 kV New Balikpapan dengan jumlah 3 tower berfungsi untuk menyalurkan daya ke GI 150 kV New Balikpapan saat ini masih terkendala dengan permasalahan sosial.

Keterlambatan tersebut disebabkan adanya permasalahan sosial seperti yang pernah dihadapi yaitu access road (sudah terselesaikan) untuk GI 150 kV New Balikpapan. Permasalahan sosial berupa penolakan warga terkait pembangunan 3 tower SUTT 150 kV GI New Balikpapan- Inchomer 2 phi yang melintasi area perumahan Balikpapan Regency.

Penolakan terjadi karena kekhawatiran warga mengenai keamanan berada di bawah jalur hingga mempertanyakan perizinan yang didapat. Direncanakan paket pekerjaan ini dapat dioperasikan pada Triwulan 1 Tahun 2019.

Perlu diketahui bahwa untuk Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, jaringan transmisi yang digunakan memiliki tegangan 66-150 kV atau disebut dengan SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi). Beda dengan SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) yang tegangannya >275 kV.

Halaman
12
Penulis: Siti Zubaidah
Editor: M Abduh Kuddu
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved