Berita Video

VIDEO EKSKLUSIF - Perekonomian Kaltim 2019 Masih Tergantung Batubara

"Sulit mencari pengganti batubara. Karena peranannya sangat besar. Yakni di rentang 43-46 persen dalam PDRB kita yang mencapai Rp 500 triliun lebih,"

VIDEO EKSKLUSIF - Perekonomian Kaltim 2019 Masih Tergantung Batubara
TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Kapal Tugboat menarik tongkang berisi batubara melintasi Sungai Mahakam setiap harinya, difoto (22/2/2018). 

VIDEO EKSKLUSIF - Perekonomian Kaltim 2019 Masih Tergantung Batubara

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Rafan Dwinanto, Cornel Dimas, dan Nevrianto

TRIBUNKALTIM.CO - Sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi sektor utama dalam struktur perekonomian Kaltim. Hingga triwulan III 2018, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, sektor utama ekonomi kaltim ini memegang peranan 45,93 persen, terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Baik tidaknya perekonomian Bumi Etam (sebutan Kaltim), sangat tergantung dari pertambangan dan penggalian, yang harganya sangat ditentukan oleh pasar internasional.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kaltim, Muhamad Nur mengungkapkan, peran pertambangan dan penggalian, terutama pertambangan batubara, dalam struktur ekonomi Kaltim masih sulit tergantikan.

"Sulit mencari pengganti batubara. Karena peranannya sangat besar. Yakni di rentang 43-46 persen dalam PDRB kita yang mencapai Rp 500 triliun lebih," kata Nur.

Sejatinya, kata Nur, sektor ekonomi lainnya di Kaltim juga terus menunjukkan peningkatan. Contohnya, UMKM, pariwisata, dan lainnya. Namun, hal itu belum cukup menggeser dominasi pertambangan batubara, sebagai sektor ekonomi utama provinsi, ini.

"Sebenarnya, sektor ekonomi kita yang lain juga terus tumbuh. Hanya saja pertumbuhannya tidak cepat. Masih sulit lampaui batubara yang sharenya sangat besar sekali," katanya lagi.

Melanjutan program transformasi ekonomi, kata Nur, menjadi suatu keharusan jika Kaltim tak ingin terus tergantung dengan sumber daya alam (sda), sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Tentunya, transformasi yang mengarah pada industri dengan bahan baku yang tersedia di daerah ini.

"Kita juga berharap komitmen pemerintah melanjutkan transformasi ekonomi terus berlanjut. Pemerintah bisa terus menggenjot sektor perdagangan, usaha mikro kecil menengah, dan pariwisata. Contohnya membangun konktivitas penerbangan langsung dengan Kepulauan Derawan. Jika ada penerbangan langsung yang konsisten saja, dampaknya terhadap pariwisata akan besar," tuturnya.

BI Kaltim, lanjut Nur, memerkirakan pertumbuhan ekonomi 2019 Kaltim, akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Diperkirakan, ekonomi 2019 Kaltim akan tumbuh pada rentang 2-2,4 persen. Lebih tinggi dibandingkan 2018 yang diperkirakan tumbuh hanya dikisaran maksimal 2 persen.

Halaman
12
Editor: Arif Fadilah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved