Berita Pemkab Kutai Barat

Kubar Bentuk Kampung KB di Kecamatan Bentian Besar

Sampai saat ini jumlah Kampung KB yang ada di Kabupaten Kubar mencapai 38 kampung.

Kubar Bentuk Kampung KB di Kecamatan Bentian Besar
HUMAS PEMKAB KUBAR
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk KB, PP dan PA Kubar Dra Yohana.

SENDAWAR – Sesuai target Pemerintah Pusat pada Tahun 2018, Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kubar telah berhasil membentuk 22 Kampung KB.

Menutup tahun 2018 PPKB Kubar membentuk Kampung KB di Kecamatan Bentian Besar sehingga jumlah Kampung KB yang ada di Kubar pada 2019 berjumlah 38 Kampung KB.

Lebih lanjut Kepala Dinas Pengendalian Penduduk KB, PP dan PA Kubar Dra Yohana menjelaskan Kubar memiliki kuota/jatah dari pusat untuk membentuk kampung KB sebanyak 82 kampung, namun setiap tahunnya diberikan jatah dalam pembentukannya.

"Seperti tahun 2016 hanya 1 kampung KB, 2017 ada 15 kampung KB dan 2018 ini kita mendapat jatah 22 kampung KB, sementara di tahun 2019 untuk seluruh kabupaten/kota se Indonesia tidak ada pembentukan kampung KB sesuai program kerja pemerintah pusat," ujar Yohana.

Yohana juga memaparkan, program pembentukan Kampung KB oleh pemerintah Pusat dilakukan dengan niatan menciptakan wadah membangun kebersamaan melaksanakan 8 fungsi keluarga mewujudkan keluarga berkualitas.

Delapan fungsi keluarga antara lain fungsi agama, pendidikan, reproduksi, ekonomi, cinta kasih, sosial budaya, perlindungan dan pelestarian lingkungan.

“Oleh sebab itu, harus benar-benar terpola dan terkoordinasi serta berintegrasi dalam waktu jangka pendek menengah dan jangka panjang. Melalui kampung KB diharap terjadi inovasi pelaksanaan program kependudukan yang terintegrasi dengan kegiatan lain. Pelaksanaannya dilakukan lintas sektor tidak hanya pemerintah, tapi juga lembaga kemasyarakatan.

Indikator keberhasilan Kampung KB terdiri dari indikator input dan output. Maksudnya input jika ada partisipasi masyarakat dan output lebih pada pelaksanaan 8 fungsi keluarga seperti keagamaan, keterampilan, masyarakat.

"Kalau sudah berjalan diharapkan tidak ada lagi anak lahir stunting atau kerdil karena kurang asupan gizi. Kemudian terbentuk keluarga yang dicitakan didasari agama, melestarikan sosbud, terjadi kasih sayang dan perlindunghan. Ini keluarga sejahtera yang diimpikan. Keluarga yang dibentuk berdasarkan perkawinan sah, sejahtera, jumlah anak ideal, dan berwawasan ke depan," kata Yohana.

Dalam kesempatan tersebut Yohana menuturkan, keluarga merupakan lembaga pertama dalam kehidupan anak, tempat anak belajar dan berperan sebagai makhluk sosial.

Pada saat sebuah lembaga mulai membentuk kepribadian seseorang dalam hal-hal penting, maka disinilah keluarga itu berperan dengan mengajarkan berbagai kemampuan dan menjalankan banyak fungsi-fungsi sosialnya.

Hal tersebut penting untuk ditanamkan dan dikembangkan setiap anggota keluarga guna menjalankan fungsinya di masyarakat dengan baik, serta memberikan rasa puas dan lingkungan sosial yang sehat untuk tercapainya keluarga yang sejahtera.

Selain itu kampung KB merupakan salah satu senjata pamungkas baru bagi pemerintah dalam mengatasi masalah kependudukan.
Kehadiran Kampung KB sendiri, bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara, melalui program kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) serta pembangunan sektor lain dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.

Yohana mengatakan, untuk meningkatkan kinerja di setiap kampung KB, sejak tahun 2017 setiap kampung KB menerima bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan tahun 2018 kampung KB menerima dana senilai Rp 93 juta untuk meningkatkan kinerja.
Yohana menambahkan, dana tersebut dapat digunakan untuk rapat pembentukan Pokja Kampung KB, dan rapat-rapat untuk mengevaluasi pelaksanaan Kampung KB, serta digunakan untuk kegiatan advokasi dan sosialisasi kepada masyarakat. (*)

Editor: M Abduh Kuddu
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved