Museum Samarinda

Banyak Bagian Bangunan Museum Samarinda yang Rusak Ringan, Padahal Akan Dibuka Februari 2019

Sebagian kondisi sekitar gedung rusak ringan. Seperti jembatan kecil penghubung menuju gedung museum, terlihat sejumlah retakan berkontruksi semen.

Banyak Bagian Bangunan Museum Samarinda yang Rusak Ringan, Padahal Akan Dibuka Februari 2019
TRIBUN KALTIM / DOAN E PARDEDE
Sejumlah kendaraan melintas di depan Museum Samarinda yang berada di Jalan Bhayangkara, Senin (2/4/2018). 

Banyak Bagian Bangunan Museum Samarinda yang Rusak Ringan, Padahal Akan Dibuka Februari 2019

TRIBUN KALTIM.CO, SAMARINDA - Gedung Museum Samarinda yang dibangun dengan anggaran APBD sebesar Rp 12 miliar, mengalami kerusakan dibeberapa titik.

Sebagian kondisi sekitar gedung rusak ringan. Seperti jembatan kecil penghubung menuju gedung museum, terlihat sejumlah retakan berkontruksi semen. Sementara, di beberapa titik pembatas jalan banyak batako yang retak dan terlepas dari sambungan.

Padahal, komplek bangunan yang menghabiskan anggaran pukuhan miliar selama dua tahun pengerjaan, rencananya baru akan diluncurkan untuk umum pertengahan Februari 2019 mendatang.

Pantauan Tribun saat berkunjung ke komplek gedung yang terletak di depan Taman Samarendah, yang terletak di Jalan Bhayangkara, Samarinda, Selasa (8/1/2018), mencatat pagar besi pembatas tangga menuju museum juga sebagian ada yang lepas dari sambungan teralis.

Beralih di sisi kiri dan kanan bangunan museum, papan panel ornamen dari kayu menyerupai bentuk ketupat, lepas dari sambungan.

Begitu juga di tiga titik plafon di bawah ornamen, nampak berjamur dan jebol, diduga akbat bocor terkena rembesan air hujan. Sementara, di dinding lantai satu, di sisi kiri gedung, terdapat retakan memanjang menyerupai akar pohon.

Di lantai dasar, di beberapa sudut tembok berkelir putih di lantai dasar. Beberapa bekas jejak sepatu berdebu berwarna coklat, terlihat jelas, membuat kesan kotor.

Kepala Bidang Sejarah dan Tradisi Dinas Kebudayaan Kota Samarinda, Slamet Diyono masih enggan dikonfirmasi mengenai persoalan ini. Pihaknya hanya menerima serah terima museum dari Dinas Permukiman (Disperkim) Kota Samarinda, per Januari 2019.

Saat ini, pihaknya sedang fokus persiapan penataan display sejumlah panel digital informasi menghadapi peluncuran perdana pertengahan Februari 2019 nanti.

Halaman
12
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved