Berau Kekurangan Dokter Spesialis, Ternyata Ini Penyebabnya

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Berau, Abdul Jabbar Kareem mengatakan, selama ini memang sulit merekrut dokter spesialis.

Berau Kekurangan Dokter Spesialis, Ternyata Ini Penyebabnya
Tribun Kaltim/GEAFRY NECOLSEN
Sebagai satu-satunya rumah sakit di Kota Tanjung Redeb dan sekitarnya, layanan RSUD Abdul Rivai kerap menjadi sorotan. Kekurangan tenaga kesehatan menjadi salah satu alasannya. 

Berau Kekurangan Dokter Spesialis, Ternyata Ini Penyebabnya

Laporan wartawan Tribun Kaltim, Geafry Necolsen

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB -  Hingga saat ini, Kabupaten Berau masih kekurangan dokter spesialis.

Buktinya, dalam seleksi CPNS tahun 2018 kemarin, tidak ada yang mendaftar posisi sebagai dokter spesialis.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Berau, Abdul Jabbar Kareem mengatakan, selama ini memang sulit merekrut dokter spesialis.

Dan saat ini, hanya ada 19 dokter spesialis yang bekerja di Kabupaten Berau.

Persoalannya, pria yang biasa dipanggail Jaka itu, karena persoalan gaji dan insentif yang terlalu rendah.

Apalagi, mereka akan ditugaskan ditempatkan di tempat yang ‘terpencil’.

Polres Berau Rajin Patroli, Jumlah Tindak Pidana Menurun

“Pasti banyak dokter spesialis yang menolak ditempatkan di sini, karena gaji dan insentif yang murah. Sementara mereka bisa bekerja di kota besar, dengan gaji besar dan tidak kesulitan mencari XX1 (bioskop) atau hiburan yang lain. Karena dokter ini kan pekerjaanya berat, butuh refreshing,” ungkap Jaka kepada Tribunkaltim.co, Kamis (10/1/2019).

Sementara dokter spesialis, bisa saja membuka praktik di luar rumah sakit dengan penghasilan yang jauh lebih besar dari gajinya sebagai PNS.

Halaman
12
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved