Lampaui Target Pusat, Walikota Samarinda Bakal Buat Seluruh Kelurahan Jadi Kampung KB

"Tapi di Samarinda, akan dibuat satu per kelurahan. Dan itu kita targetkan di 2019 ini," kata Syaharie Jaang.

Lampaui Target Pusat, Walikota Samarinda Bakal Buat Seluruh Kelurahan Jadi Kampung KB
TRIBUN KALTIM / CHRISTOPER D
Walikota Samarinda, Syaharie Jaang meninjau langsung ke lokasi kebakaran yang mengakibatkan tujuh korban tewas, Selasa (18/12/2018). 

Lampaui Target Pusat, Walikota Samarinda Bakal Buat Seluruh Kelurahan Jadi Kampung KB

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Seluruh kelurahan di Samarinda ditargetkan menjadi Kampung Keluarga Berencana (KB).

Walikota Samarinda Syaharie Jaang menargetkan, semua kelurahan di Kota Tepian bisa menjadi Kampung KB, pada 2019 ini.

Sejatinya, pemerintah pusat hanya menargetkan Kampung KB tercipta satu per kecamatan.

Fabio Lopez Cuma Butuh Waktu 10 Menit untuk Setuju Kontrak Pelatih Borneo FC

Perantara Sindikat SIM Palsu Klaim Terima Order Hanya Untuk Pihak Pencari Kerja

"Program Kampung KB inikan sebetulnya hanya satu untuk tiap kecamatan. Tapi di Samarinda, akan dibuat satu per kelurahan. Dan itu kita targetkan di 2019 ini," kata Syaharie Jaang.

Saat ini, kata Jaang, sudah ada 37 kelurahan yang menjadi Kampung KB. Di Samarinda sendiri, terdapat 59 kelurahan.

"Tahun ini targetnya 59 kelurahan itu," katanya lagi.

Jaang mengaku getol mewujudkan Kampung KB di tiap kelurahan. Pasalnya, Program KB, erat kaitannya dengan upaya menyejahterakan masyarakat.

Waduk Teritip Balikpapan Segera Beroperasi, Diprediksi Layani 4.000 Pelanggan, Ini Wilayahnya

Jokowi Bakal Kunjungi Balikpapan di Agenda Raker Sekda se-Indonesia

Daftar Lengkap Bursa Transfer Musim Dingin Liga Italia 2018-2019, Juventus Tak Ada Pergerakan

"KB itu tidak sekadar membatasi jumlah anak. Banyak nilai-nilai lain di dalamnya. Mulai keagamaan, kesehatan, kesejahteraan, ekonomi masyarakat, juga ada di dalam Program KB," urai Syaharie Jaang.

Menurut Jaang, Program KB lebih dekat pada perencanaan dan manajemen mulai dari tingkat keluarga.

"Misalnya dia mampu secara ekonomi, ya silakan saja anaknya lebih dari dua. Karena dia bisa sekolahkan anaknya dan lain sebagainya. Jadi, KB bukan membatasi anak, melainkan mencetak anak yang berkualitas. Jadi silakan saja bagi yang mampu, karena KB ini bicara juga soal pendidikan, gizi, kesehatan dan ekonomi," urainya lagi.

Yang istimewa, kata Syaharie Jaang, Kampung KB di Samarinda seluruhnya mandiri. Tak bergantung dengan pembiayaan dari pemerintah.

"Terkecuali yang kecamatan saja. Jadi, semoga perangkat kita di kelurahan siap semua, dan bisa maksimal," tutur Syaharie Jaang. (*) 

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved