Bisnis Hotel di Kaltim Tertolong 'Pesta Demokrasi', Tingkat Hunian Naik hingga 60 Persen

Eksistensi dunia perhotelan di wilayah Kalimantan Timur dalam tiga bulan terakhir 2018 mengalami tren positif

Bisnis Hotel di Kaltim Tertolong 'Pesta Demokrasi', Tingkat Hunian Naik hingga 60 Persen
TRIBUN KALTIM.AZHAR SRIYONO
Bangunan hotel terus menjamur di Balikpapan. Namun hal ini tak dibarengi dengan pertumbuhan okupansi lantaran minimnya pengunjung ke Kota Balikpapan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Eksistensi dunia perhotelan di wilayah Balikpapan dan Samarinda, Kalimantan Timur dalam tiga bulan terakhir 2018 mengalami tren positif, terdapat pertumbuhan okupansi yang memakai jasa perhotelan.

Diketahui, beberapa tahun sebelumnya, perhotelan menjadi salah satu industri yang paling terdampak menurunnya perekonomian Kaltim. Kondisi ini sempat diperparah lantaran terbitnya larangan pemerintah beraktivitas di hotel. Namun, 2018, kondisi ini perlahan berubah.

Kini, angin segar mulai dirasakan para pelaku usaha perhotelan. Demikian disampaikan Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Republik Indonesia (PHRI) Kota Balikpapan, Sahmal Ruhip kepada Tribun, Rabu (9/1) kemarin. "Ada kenaikan kok, bagus tiga bulan terakhir 2018," ungkapnya.

Baca: Kebiasaan Main Ponsel Sebelum Tidur ternyata Bisa Membunuh Perlahan, Simak Penjelasannya

Berdasarkan hitungan dari PHRI, yang mengacu laporan masing-masing perhotelan bintang lima, bintang empat, bintang tiga sampai kelas hotel melati, rata-rata mengalami kenaikan. "Dari teman-teman yang tergabung dalam PHRI, laporan Oktober, November sampai Desember, ada peningkatan rata-rata 50 sampai 60 persen," ujarnya.

Meningkatnya okupansi atau pendapatan perhotelan di Balikpapan satu di antaranya yang paling terbesar dipengaruhi adanya hajatan pesta demokrasi.

Sempat ada Pilkada Gubernur Kaltim dan sekarang lanjut Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif dan Pilpres 2019. "Ada pilkada sempat ikut naikkan, sekarang ada lagi Pemilu memberi pengaruh, tambah naik lagi," kata pria asal Palembang ini.

Melalui momen Pemilu, banyak di antaranya yang menyewa perhotelan untuk kegiatan-kegiatan politik. Berbagai partai politik, tim sukses dan relawan pemenangan calon, termasuk lembaga penyelenggara pemilu seperti Bawaslu dan KPU juga sering mengadakan kegiatan di hotel.

Baca: Video - Bayi Tewas di Kost Samarinda, Ini Keterangan Polisi & Ketua RT soal Pengakuan Orangtua Bayi

Baca: Polisi Sebut 5 Artis Terlibat Jaringan Prostitusi Online, 2018 Tercatat Transaksi Rp 2,8 Miliar

"Gelar-gelar rapat di hotel. Itu partai politik sering pakai hotel, kumpulkan tim sukses dipakai buat acara rapat pemenangan calon," ungkap Sahmal.

Sementara dari sisi sektor event pariwisata tidak terlalu kentara, dampak yang dirasakan tidak sempurna. "Event wisata skala nasional dan internasional tidak terlalu baik, buat kami tidak berpengaruh," ujarnya.

Menurut Sahmal, perjalanan tahun 2019, akan semakin berat dan menantang ketimbang untuk perjalanan 2018. Asalkan, pemerintah kota mampu mengemas Balikpapan sebagai kota wisata yang unggul, maka akan menjadi angin positif bagi industri perhotelan.

Sahmal menilai, selama ini Balikpapan masih kurang dalam menajamkan potensi keunggulan di bidang kota jasa pariwisata berupa meeting, incentive, convention dan exhibition yang besar dan berdampak.

"Kami berharap ada agenda wisata yang oke. PHRI belum berkomunikasi dan koordinasi untuk mendiskusikan seperti apa konsep wisata yang akan diterapkan di Balikpapan. Maunya ada gelaran berskala nasional dan interasional," katanya.

Baca: Ada Orang yang Memang Sengaja Sebarkan Hoaks Demi Raup Dolar, Ini Penjelasan Kominfo

Keunggulan lainnya, Balikpapan masih ditopang oleh suasana perkotaannya yang aman dan tentram tidak ada keributan konflik sosial secara horisontal. Balikpapan dikenal daerah yang damai, membuat iklim usaha pun berjalan normal, kegiatan investasi pun tenang, tidak membuat ketar-ketir bagi para investor.

Karena itu, dia pun sangat berharap, Pemilu yang puncaknya berlangsung pada 2019 bisa berjalan kondusif, aman terkendali, serta tidak ada keributan atau kerusuhan yang disebabkan adanya perbedaan pilihan politik. (*)

Penulis: Budi Susilo
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved