Bisnis Hotel Mulai Bangkit, PHRI Kaltim Sebut Pelaku Usaha Perhotelan Tahan Banting

Industri perhotelan Kaltim perlahan bangkit dari keterpurukan. Mulai 2018 bisnis hotel sudah menggeliat lah.

Bisnis Hotel Mulai Bangkit, PHRI Kaltim Sebut Pelaku Usaha Perhotelan Tahan Banting
via agoda.com
Ilustrasi - Kondisi kamar salah satu hotel di Balikpapan, Kaltim. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Industri perhotelan Kaltim perlahan bangkit dari keterpurukan. "Mulai 2018 sudah menggeliat lah. Baik hotel bintang, maupun non bintang," ujar Sekretaris PHRI Kaltim, HM Zulkifli, Senin (31/12) lalu.

Zulkifli yakin, 2019 nanti industri perhotelan Kaltim bakal makin bergairah. Menurut Zulkifli, para pelaku industri perhotelan Kaltim sudah menemukan solusi, saat terpuruk beberapa tahun lagi. Masing-masing manajemen hotel, telah memiliki jalan keluar.

"Kita sudah tahan uji. Pada tahun 2014, 2015, 2016, kita habis babak belur. Sekarang, masing-masing hotel sudah punya treatment masing-masing. Segmen pasar yang ada juga terus digali," kata Zulkifli.

Baca: Bisnis Hotel di Kaltim Tertolong Pesta Demokrasi, Tingkat Hunian Naik hingga 60 Persen

Optimisme juga datang lantaran Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda telah beroperasi. Frekuensi penerbangan yang langsung menghubungkan Samarinda dengan sejumlah kota besar lainnya di Tanah Air, juga terus bertambah.

"Ya kita apresiasi frekuensi penerbangan terus bertambah. Sehingga, kita optimis menatap 2019," tegas Zulkifli.

Sebelumnya, Balikpapan menjadi satu-satunya pintu gerbang masyarakat yang keluar masuk Kaltim. "Meskipun kita tahu, yang mendarat di Balikpapan sebagian besar meneruskan perjalanan ke Samarinda, Kukar, Kutim, dan daerah lainnya. Tapi sekarang, mereka bisa langsung ke Samarinda," urai Zulkifli.

Baca: LINK LIVE STREAMING Copa Del Rey - Levante vs Barcelona Pukul 03:30 WIB Dini Hari Ini

Baca: Resep Ira Koesno, Moderator Debat Capres 2019 Tetap Bugar dan Cantik

Peluang penerbangan langsung ke Samarinda ini, juga harus ditangkap oleh pelaku industri pariwisata. "Perlu diingat, orang yang datang ke Samarinda ini selain leisure, mereka juga datang bekerja dan berinvestasi. Pelaku industri pariwisata harus jeli menangkap peluang ini," katanya.

Zulkifli pun yakin, 2019, industri jasa perhotelan di Kaltim akan semakin baik. "Harus optimistis, tahun depan akan lebih baik. Karena teman-teman (perhotelan) juga sudah lebih siap. Di 2018 ini juga saya perhatikan hotel yang non bintang juga sudah mulai bergairah lagi. Trennya terus positif," tutur Zulkifli. (*)

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved