Korban Longsor Prapatan Dalam Terpaksa Mengungsi, Tak Miliki Biaya Perbaiki Rumah

Sebenarnya, longsor semacam ini bukan hanya sekali terjadi. Ketua RT 38, Rahman, mengungkap, ini adalah yang ketiga kalinya terjadi.

Korban Longsor Prapatan Dalam Terpaksa Mengungsi, Tak Miliki Biaya Perbaiki Rumah
Tribunkaltim.co/ Rachmad Sujono
emilik rumah, Ibu Suwarti (55) saat melihat dinding teras rumahnya diterjang tanah yang longsor dari atas rumahnya, Jumat (11/1). Kejadian tanah longsor yang berlangsung sejak kemarin malam (10/1) pada pukul 20.00 wita di wilayah Prapatan Rt.38 no.72 tersebut membuat rumah Suwarti rusak parah sehingga terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya sampai menunggu bantuan dari pemerintah kota Balikpapan. 

Korban Longsor Prapatan Dalam Terpaksa Mengungsi, Tak Miliki Biaya Perbaiki Rumah 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN -  Suwarti (55), korban lonsor di Prapatan Dalam Balikpapan terpaksa harus mengungsi ke rumah kerabat.

Pasalnya, rumahnya yang teletak di RT 38 kawasan Prapatan Dalam Balikpapan nomor 72, terkena dampak longsor yang terjadi pada Rabu (10/1) malam.

Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) ini mengaku sudah mulai menempati rumahnya sejak 23 tahun yang lalu, pada tahun 1995.

Longsor Rusak Rumah Warga di Balikpapan, Satu Keluarga Dievakuasi

Update Kondisi Gunung Agung setelah Meletus Kamis Malam, Status Masih Level III Siaga

Daftar Lengkap 19 Penghargaan yang Diraih Pemkot Balikpapan di HUT Pemprov Kaltim

Menurutnya, rumahnya memang sudah lama terdapat retak-retak, yang mengindikasikan ketidakstabilan dan pergeseran tanah. Terlebih, jika hujan, air rembesan hujan akan masuk melalui retakan tersebut. Kendati sudah tahu akan risiko longsor, tidak banyak yang bisa dia lakukan.

Saat ini, yang bisa ia lakukan hanyalah berharap uluran tangan pemerintah untuk membantu dirinya.

"Saya sih berharap agar pemerinta bisa betulin yang agak gimana gitu. Lebih bagus lah. Soalnya saya juga mau perbaiki sendiri juga 'ndak' bisa," ucapnya sambil merenungi rumahnya yang kini jebol akibat tekanan tanah yang terus bergerak.

Sebenarnya, longsor semacam ini bukan hanya sekali terjadi. Ketua RT 38, Rahman, mengungkap, ini adalah yang ketiga kalinya terjadi.

"Ini sudah tiga kali kejadian. Dulu waktu kejadian kedua sudah kita perbaiki, tapi sekarang malah terjadi lebih parah," ucapnya.

Suwarti sendiri, mengalami kesulitan untuk merenovasi rumahnya. Pasalnya, dirinya terbentur pada masalah pembiayaan. Rahman mengatakan Suharti telah berpisah dengan sang suami sejak tahun 2005 lalu.

Borneo FC Datangkan Pelatih Fisik Asal Brasil, Ini Sosok dan Videonya

Terungkap, Ustaz Arifin Ilham Naik Jet Pribadi PT. Elang Lintas Indonesia, Siapa Pemiliknya ?

Dievakuasi ke RS, Jebol Jendela dan 20 Orang Angkut Wanita Gemuk Kalteng Titi Wati, Ada Videonya

"Dia sejak tahun 2004 sudah kacau rumah tangganya, lalu dia ditinggal suaminya pada 2005. Sekarang ini dia janda," tukas Rahman.

"Saat ini dia hidup bersama dua anaknya di sini. Anaknya mau membantu memperbaiki rumah, tapi tetap saja biayanya terbatas," imbuhnya.

Rahman mengaku sudah pernah berkoordinasi ke dinas terkait mengenai keadaan rumah Suwarti, namun belum ada tanggapan yang berarti.

Longsor terjadi di wilayah Prapatan Dalam RT 38 Balikpapan, Kamis (10/1/2019) malam.
Longsor terjadi di wilayah Prapatan Dalam RT 38 Balikpapan, Kamis (10/1/2019) malam. (Tribunkaltim.co/ Rachmad Sujono)

"Saya sudah curhat juga ke dinas yang bersangkutan, tapi belum ada tanggapan. Padahal ini bisa dilihat, salah satu penyebab kerusakan adalah pondasi rumahnya yang tidak kuat," ucap Rahman.

"Tapi mau bagaimana lagi, dengan kemampuan ekonomi ibu Suwarti, dia mampunya hanya sebatas itu," pungkasnya. (*) 

Penulis: Christine
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved