Putusan PN Tenggarong Menangkan PT MHU Sebagai Pemilik Sah Sengketa Lahan

Didi menjelaskan sebenarnya PT MHU tak berniat menggugat Achmad ke meja hijau atas klaim lahan yang masuk konsesi perusahaan batu bara tersebut.

Putusan PN Tenggarong Menangkan PT MHU Sebagai Pemilik Sah Sengketa Lahan
Tribunkaltim.co/ Cornel Dimas
Pengacara PT MHU, Didi Tasidi menunjukkan putusan PN Tenggarong atas kasus sengketa lahan di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (11/1/2019) 

Putusan PN Tenggarong Menangkan PT MHU Sebagai Pemilik Sah Sengketa Lahan

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - PT Multi Harapan Utama (MHU) akhirnya resmi memenangkan kasus sengketa lahan yang diklaim Achmad Zuhraidi.

Hal ini berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Tenggarong nomor 55/Pdt.G/2018/PN.Trg yang dikeluarkan pada Selasa (8/1/2019).

Pengacara PT MHU, Didi Tasidi mengungkapkan lahan seluas 1,3 hektare itu resmi menjadi milik PT MHU yang sebelumnya diklaim Achmad.

Lezatnya PaPiong Ayam Burak, Menu Khas Toraja Bisa Dinikmati di Max Bistro Balikpapan

Terungkap, Ustaz Arifin Ilham Naik Jet Pribadi PT. Elang Lintas Indonesia, Siapa Pemiliknya ?

"Majelis hakim menyatakan dalam putusannya, lahan yang diklaim Achmad adalah milik MHU. Lokasinya terletak di Dusun Tudungan, RT VI, Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, kata Didi di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (11/1/2019).

Didi menjelaskan sebenarnya PT MHU tak berniat menggugat Achmad ke meja hijau atas klaim lahan yang masuk konsesi perusahaan batu bara tersebut.

Pihaknya lebih dulu mengupayakan negosiasi, sayangnya tak berjalan mulus. Bahkan pihak Achmad melakukan penyerobotan lahan dan penutupan jalan hauling sehingga aktivitas perusahaan MHU terganggu.

"Sebenarnya kami tidak menginginkan gugatan sampai ke pengadilan . Tapi saudara Achmad sudah melakukan penutupan. Kita sudah melakukan diskusi, pertemuan selalu menemui jalan buntu. Karena negara hukum, ya kami sampailah ke pengadilan. September kami ajukan gugatan perdata," ungkapnya.

Didi menyebutkan penutupan jalan yang dilakukan Achmad berlangsung selama 2 bulan, Juli - Agustus 2018 dengan cara buka tutup. Hal ini membuat PT MHU merugi hingga Miliaran rupiah.

"Penghitungan awal Rp 790 juta. Lalu berdasarkan hitungan tim yang ahli sekitar Rp 7 miliar. Artinya penutupan jalan itu membuat tidak ada kegiatan perusahaan dan negara juga dirugikan, sebab kalau produksi ya setor ke negara juga," tuturnya.

Fakta-fakta Yeonjun TXT, Sang Adik BTS yang Siap Debut di Tahun 2019

Komentar Pengantin Wanita di Video Viral Menangis di Pelaminan, Ternyata Karena Mertua ?

Putusan PN Tenggarong menyatakan Penggugat dalam hal ini PT MHU pemilik tanah yang sah. Selanjutnya PT MHU bakal segera mengeksekusi.

"Sesuai UU ada kesempatan 14 hari untuk banding keputusan belum inkrah. Kalau sudah inkrah kita akan segera eksekusi. Sebenarnya tujuan kami hanyalah membuktikan lahan tersebut milik MHU," kata Didi.

Sementara itu, pengacara pihak Achmad, Nasrun belum bisa memberikan hak jawab. Tribunkaltim.co sudah berusaha menghubungi Nasrun via telepon namun tidak dijawab. (*) 

Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved