Produksi Budidaya Ikan Meningkat, Penjualan Ikan di Berau Capai 133 Miliar

Produksi Budidaya Ikan Meningkat, Penjualan Ikan di Berau Capai 133 Miliar

Produksi Budidaya Ikan Meningkat, Penjualan Ikan di Berau Capai 133 Miliar
TRIBUN KALTIM / GEAFRY NECOLSEN
Untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan, Dinas Perikanan mendorong masyarakat, khususnya nelayan untuk mengembangkan ikan budidaya laut maupun ikan air tawar. 

Produksi Budidaya Ikan Meningkat, Penjualan Ikan di Berau Capai 133 Miliar

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Sebagai daerah yang luas wilayahnya sebagian besar laut, Kabupaten Berau memiliki potensi perikanan yang besar. Namun tangkapan ikan nelayan di laut juga fluktuatif, tergantung kondisi cuaca. Seperti sekarang, saat kondisi cuaca sedang tidak bersahabat, tangkapan nelayan juga menurun.

Karena itu, Dinas Perikanan terus berupaya meningkatkan produksi ikan budidaya, sehingga produksi ikan di wilayah ini bisa terus meningkat, dan tidak terpengaruh oleh kondisi cuaca. Kepala Bidang Budidaya Perikanan, Yunda Zuliarsih mengatakan, produksi ikan budidaya terus mengalami peningkatan.

Data Dinas Perikanan, target produksi ikan budidaya tahun 2018 sebesar 2.227 ton. Sementara realisasi budidaya ikan mencapai 2.358 ton. “Meski target sudah tercapai, kami tetap berusaha meningkatkan kapasitas produksi,” ungkapnya kepada Tribun Kaltim, Jumat (11/1/2019).

Yunda menyebutkan, ada tiga jenis budidaya ikan. Yakni budidaya tambak yang pada tahun 2018 produksinya mencapai 1.843 ton. Sedangkan budidaya laut mencapai 137 ton dan air tawar 377 ton. Menurutnya ikan budidaya memiliki nilai jual yang tinggi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan.

Yunda menjabarkan, budidaya ikan bandeng merupakan yang paling dominan. Di pasaran, ikan bandeng memiliki nilai jual yang tinggi, yakni Rp 15 ribu per kilogram. Harga ikan ini cenderung stabil dan hasilnya lebih pasti dibanding ikan tangkap.

Demikian pula dengan ikan kerapu yang dibudidayakan di laut yang memiliki harga jual hingga Rp 150 ribu per kilogram. Termasuk ikan nila dan ikan mas yang nilai jualnya juga stabil. Secara umum, hasil penjualan ikan di Kabupaten Berau mencapai angka yang cukup tinggi, yakni Rp 133 miliar.

Yunda menambahkan, pihaknya terus mendorong para nelayan ikan tangkap agar beralih ke perikanan budidaya. Selain untuk menjaga populasinya, budidaya ikan ini juga cenderung lebih ramah lingkungan.

Seperti diketahui, salah satu persoalan yang dihadapi dalam menjaga kelestarian laut adalah penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Seperti trawl, aksi pengeboman ikan, penggunaan potasium, setrum ikan dan sebagainya. “Cara-cara penangkapan (setruktif) ini yang harus dirubah,” tandasnya.(*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved