Peraturan Bupati

Tana Paser Bangga Miliki Peraturan Bupati Ketahanan Pangan yang Hanya Satu-Satunya di Kaltim

Tahun ini, Kabupaten Paser hanya meraih satu panji keberhasilan pembangunan, padahal tahun lalu mendapat dua panji, salah satunya menurut Kepala DKP

Tana Paser Bangga Miliki Peraturan Bupati Ketahanan Pangan yang Hanya Satu-Satunya di Kaltim
tribunkaltim.co/samir paturusi
Ilustrasi Ketahanan Pangan 

Tana Paser Bangga Miliki Peraturan Bupati Ketahanan Pangan yang Hanya Satu-Satunya di Kaltim

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Untuk kedua kalinya secara berturut-turut, Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Paser kembali meraih panji keberhasilan pembangunan ketahanan pangan.

Pada peringatan HUT Ke-62 Provinsi Kaltim, Rabu (9/1/2019), penghargaan itu diserahkan langsung oleh Gubernur Kaltim Isran Noor kepada Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawie.

Tahun ini, Kabupaten Paser hanya meraih satu panji keberhasilan pembangunan, padahal tahun lalu mendapat dua panji, salah satunya menurut Kepala DKP Paser Amininsyah adalah panji keberhasilan pembangunan ketahanan pangan 2018. “Penghargaan 2018 itu adalah hasil penilaian tahun 2017, tahun ini kita berhasil mempertahankannya,” kata Amininsyah, Jumat (11/1/2019).

Tidak ada tim khusus yang dibentuk, lanjut Amininsyah, semua pegawai ikut berkontribusi mewujudkannya karena prestasi ini buah dari selalu mengikuti informasi dan arahan dari provinsi, kreatif berinovasi dan tekun serta konsekuen dalam melaksanakan setiap pekerjaan.

“Kita (Paser) punya Peraturan Bupati (Perbup) Cadangan Pangan. Perbup ini satu-satunya di Kaltim, meskipun cadangan pangan yang kita masih berupa beras, tapi karena ini merupakan amanah Undang-Undang dan peraturan menteri, sehingga Perbup cadangan pangan kita memberi nilai tersendiri,” ucapnya.

Karena Perbup ini pula, Pemkab Kutim sempat belajar ke Paser, bahkan langsung dipimpin oleh Asisten II Setkab Kutimnya sendiri. “Itu dari sisi regulasi.

Untuk merangsang antusias masyarakat terhadap program ketahanan pangan, kita sering menggelar lomba cipta menu non beras, termasuk dalam peringatan HUT Korpri kemarin,” sambungnya.

Tidak itu saja, DKP juga setiap tahun juga rutin menggelar pola pangan harapan, yakni pendataan pola makan secara rill di masyarakat. Bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), DKP turun ke lapangan untuk memetakan pola makan masyarakat setiap tahunnya, dimana angka pola makan di Paser 74,7 persen dari 100 persen yang diminta pemerintah pusat.

“Tahun 2018 ini, kita masih kurang 25,3 persen dari yang diminta pusat, kekurangannya itu karena masyarakat kita kurang makan buah, selebihnya seperti beras, sayur, ikan, garam dan lainnya sudah cukup, makanya kita berharap Asisten II Setda Paser mensosialisasikan makan buah dengan menyisipkan buah-buah lokal di setiap acara pemerintahan,” ungkapnya.

Keberhasilan pembangunan ketahanan pangan ini juga keberhasilan Dinas Kelautan Perikanan, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi UKM, Kantor Seksi Logistik dan instansi terkait lainnya, sebab mereka lah yang membina produktifitas hasil tani, nelayan, usaha pedagang dan UKM.

Semua instansi tersebut, kata Amininsyah, masuk dalam struktur Dewan Ketahanan Pangan yang diketuai Bupati Paser. Dalam setahun, Dewan Ketahanan Pangan minimal menggelar dua kali rapat koordinasi (rakor), dan setiap kegiatan rapat dibuatkan laporannya untuk dikirim ke provinsi dan pusat.

“Benar, itu (rapat Dewan Ketahanan Pangan) juga masuk penilaian, makanya kita buatkan laporannya dan dikirim paling lambat tiga hari sejak pertemuan digelar. Dan panji keberhasilan ini sebenarnya adalah keberhasilan kita bersama, walaupun kita harus berusaha mencari inovasi terbaru dan tahun ini kita akan coba mengembangkan ATM Beras,” tambahnya. (aas)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved