Berita Video

VIDEO - Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau

Sedangkan dindingnya paling tinggi hanya 110 meter di atas permukaan laut (mdpl) dari sebelum tsunami, yang mencapai 338 mdpl.

VIDEO - Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau
KOMPAS/RIZA FATHONI
Aktivitas letupan abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terpantau dari udara yang diambil dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air, Minggu (23/12/2018). 

TRIBUN-VIDEO.COM - Beredar video yang menunjukan kondisi terkini Gunung Anak Krakatau pasca-erupsi beberapa waktu lalu.

Video yang diambil dari udara tersebut diunggah Earth Uncut TV.

Video tersebut diambil oleh James Reynolds, pemilik Earth Uncut TV menggunakan drone pada 10-11 Januari 2019.

Dalam akun twitter @earthuncuttv, sejumlah video dan foto-foto kondisi Gunung Anak Krakatau diunggah.

Kondisi terkini, puncak kawah Gunung Anak Krakatau tampak banyak yang hilang.

Ketinggian kawah Gunung Anak Krakatau tampak hampir sama dengan permukaan air laut.

Sedangkan dindingnya paling tinggi hanya 110 meter di atas permukaan laut (mdpl) dari sebelum tsunami, yang mencapai 338 mdpl.

Sementara dinding kawah hanya tersisa sekitar 110 meter di atas permukaan laut.

Tampak Air Laut berwarna orange kecoklatan karena bercampur dengan kawah Gunung Anak Krakatau.

Terkait kondisi terkini Gunung Anak Krakatau, Kepala Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Nugroho berikan penjelasan.

Sutopo memberikan penjelasan melalui akun Twitter @Sutopo_PN pada Sabtu (12/1/2019).

Sutopo menjelaskan jika air laut yang berubah menjadi warna orange kecoklatan memiliki zat besi tinggi.

Sutopo pun juga membenarkan bahwa tubuh Gunung Anak Kraktau telah banyak berubah.

"Kondisi Gunung Anak Krakatau pada 11/1/2019 yang didokumentasikan. @EarthUncutTv. Warna orange kecoklatan adalah hidrosida besi (FeOH3) yang mengandung zat besi tinggi yang keluar dari kawah dan larut ke dalam air laut. Tubuh Gunung Anak Krakatau telah banyak berubah." tulis lengkap Sutopo melalui akun twitter resmi miliknya.

Sementara itu, meski banyak bagian yang hilang, namun Gunung Anak Krakatau sebenarnya tumbuh.

Dikutip dari Kompas, LAPAN menjelaskan bahwa citra satelit menunjukkan perubahan morfologi gunung tersebut mulai dari Agustus 2018 hingga Januari 2019.

Meski telah mengalami longsor, tapi area tersebut dengan cepat "memulihkan diri".

Hal ini terlihat pada citra satelit pada 9 Januari 2019.

"Akumulasi erupsi setelahnya mengeluarkan material vulkanik yang terkumpul di sekitar kawah sehingga bagian barat-barat daya Gunung Anak Krakatau kembali muncul ke atas permukaan air seperti yang terlihat pada citra tanggal 9 Januari 2019.

Dengan demikian, Gunung Anak Krakatau masih akan bertumbuh sama seperti sebelum terjadi erupsi.

Simak Videonya :

(*)

Editor: Arif Fadilah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved