Penyidik Masih Cari Alat Bukti Tambahan 2 Legislator Balikpapan yang Diduga Terlibat Kasus RPU

"Informasi dari Kejaksaan minggu ke 3 ini (berkas AW P21). Tapi masih menunggu kepastian".

Penyidik Masih Cari Alat Bukti Tambahan 2 Legislator Balikpapan yang Diduga Terlibat Kasus RPU
Tribun Kaltim/Nalendro Priambodo
Sidang dugaan korupsi rumah potong unggas (RPU) km 13 Balikapapan kembali di gelar di Pengadilan Tipikor Samarinda, Selasa (27/11/2018). 10 dari 32 saksi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) diambil sumpahnya di hadapan Majelis Hakim. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Penyidikan kasus dugaan korupsi Rumah Potong Unggas (RPU) Balikpapan masih bergulir, kendati 6 tersangka sebelumnya sudah diproses hukum di meja hijau.

Masih tersisa seorang tersangka berinisial AW, mantan legislator Balikpapan yang belum dilimpahkan ke Kejaksaan. Lantaran berkasnya belum dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan.

"Informasi dari Kejaksaan minggu ke 3 ini (berkas AW P21). Tapi masih menunggu kepastian," kata Dirkrimsus Polda Kaltim Kombes Pol Budi Suryanto melalui Kasubdit Tipidkor AKBP Winardi, Minggu (13/1/2019).

Untuk diketahui selain AW, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap 2 anggota DPRD Balikpapan yang diduga terlibat dalam persekongkolan jahat kasus yang merugikan negara hingga Rp11 miliar.

"Doakan saja. Ini lagi cari alat bukti tambahan. Sesuai hasil gelar perkara," ujar Winardi saat disinggung sejauh mana perkembangan penyelidikan.

Pemberitaan sebelumnya, penasehat hukum AW, tersangka kasus dugaan korupsi Rumah Potong Unggas (RPU) Balikpapan masih menanti kabar, apakah penangguhannya diterima atau tidak oleh penyidik Polda Kaltim.

"Belum ada kabar. Kami menyurat dan selayaknya pula kepolisian membalas surat permohonan kami. Apakah di terima apa tidak," kata Kaharjuli SH kepada Tribunkaltim.co, Sabtu (13/1/2019).

Hingga saat ini Kahar mengaku belum menerima surat balasan. Kliennya pun masih ditahan di sel rutan Polda Kaltim.

Informasi yang dihimpun, telah dilakukan perpanjangan penahanan selama 40 hari ke depan.

Saat disinggung dua nama rekan AW sesama legislator yang namanya santer berhembus ikut terlibat dalam dugaan korupsi RPU. Kahar enggan komentar.

"Kalau ranah yang ini, ranah penyidik, bang. Kita ikuti saja seperti apa. Untuk saat ini saya belum mau berspekulasi," tuturnya.

Lanjut Kahar, secara prinsip pihaknya siap melakukan pembelaan di Pengadilan. Apabila berkas penyidikan AW dinyatakan P21 oleh jaksa, kemudian proses hukum berlanjut ke Kejaksaan, lalu memulai babak persidangan di Pengadilan.

"Kalau P21 artinya perkara sudah siap dilimpahkan ke Kejaksaan. Kita tinggal menunggu saja kapan dilimpahkan ke kejaksaan. Intinya kami mengikuti prosedur yang ada. Dan kami sudah siap juga untuk melakukan pembelaan di Pengadilan," tegasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved