10 Parpol Belum Serahkan LPJ Dana Bantuan Pemkot 2018

Kalau terlambat menyerahkan LPJ penggunaan dana parpol 2018, yah mau tidak mau tahun 2019 parpol itu tidak mendapatkan dana

10 Parpol Belum Serahkan LPJ Dana Bantuan Pemkot 2018
TRIBUN KALTIM/JUNISAH
Kepala Kesbagpol Kota Tarakan Agus Susanto 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Hingga pertengahan Januari tahun 2019 ini belum ada satupun partai politik (Parpol) penerima dana bantuan dari Pemkot Tarakan yang memberikan laporan pertanggung jawaban (LPJ).

"Ada 10 parpol di Kota Tarakan yang kita berikan dana parpol di tahun 2018 kemarin. Namun hingga saat ini semua parpol tersebut belum ada yang menyerahkan LPJ-nya kepada kami," ucap Kepala Kesbangpol Kota Tarakan, Agus Susanto, Senin (14/1/2019).

Menurut Agus, sesuai aturan LPJ dana parpol diserahkan paling lambat satu bulan setelah tahun anggaran berakhir. Sehingga paling lambat sampai 31 Januari tahun 2019. Berarti masih ada setengah bulan lagi parpol menyerahkan LPJ dana parpol tersebut.

"Kita sudah membuat surat kepada parpol dan rencananya besok (hari ini, red) kami akan memberikan kepada teman-teman parpol untuk segera menyerahkan LPJ penggunaan dana parpol di tahun 2018," ujarnya.

Agus mengatakan, apabila parpol tersebut lambat menyerahkan LPJ, risikonya parpol tersebut tidak akan mendapatkan dana parpol di tahun 2019. Pasalnya penggunaan dana parpol ini akan diserahkan kepada Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) untuk diperiksa.

"Kalau terlambat menyerahkan LPJ penggunaan dana parpol 2018, yah mau tidak mau tahun 2019 parpol itu tidak mendapatkan dana dari pemkot. Pernah ada satu parpol terlambat menyerahkan LPJ tahun 2017. Terpaksa di tahun 2018 kemarin, parpol tersebut tidak mendapatkan dana dari pemerintah," ungkapnya.

Agus mengungkapkan, anggaran yang diberikan Pemkot kepada 10 parpol sebesar Rp 950 juta. Masing-masing parpol mendapatkan besaran anggaran yang berbeda-beda, sesuai dengan perolehan suara.

"Di tahun 2018 yang paling banyak mendapatkan dana parpol itu Partai Amanat Nasional (PAN). Waktu itu mendapatkan 15.000 suara. Untuk satu suara kita anggarkan Rp 9.000. Jadi kalikan saja berapa anggaran yang didapatkan," ujarnya.

Diakui Agus, dana yang diberikan kepada masing-masing parpol dipergunakan untuk operasional sekretariat parpol. Seperti biaya Alat Tulis Kantor (ATK), listrik, telepon, sewa kantor dan dana pendidikan politik.

Saat ditanya berapa dana yang akan diberikan kepada masing-masing parpol tahun 2019, kata Agus Pemkot Tarakan masih tetap sama menganggarkan dana parpol sebesar Rp 950 juta. "Sama seperti di tahun 2018," katanya. (*)

Penulis: Junisah
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved