Ada 120 Bank Sampah di Balikpapan, Direktur Pendamping Sebut Hanya 4 Persen yang Efektif

Dari sisi efektivitasnya hanya kecil sekitar 4 persen saja, dari 120 Bank Sampah yang berjalan bagus hanya sampai 5 unit saja.

Ada 120 Bank Sampah di Balikpapan, Direktur Pendamping Sebut Hanya 4 Persen yang Efektif
Tribunkaltim.co/ Budi Susilo
Aktivitas masyarakat pada Bank Sampah di daerah Karang Anyar RT 32, Kelurahan Karang Jati, Kecamatan Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. 

Ada 120 Bank Sampah di Balikpapan, Direktur Pendamping Sebut Hanya 4 Persen yang Efektif 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Keberadaan bank sampah di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur bisa dikatakan banyak jumlahnya.

Namun setahun belakangan ini, bank sampah yang ada di kota minyak,  sekitar empat persen saja yang masuk kategori terbaik. 

Demikian disampaikan oleh Direktur Pendampingan Bank Sampah Kota Balikpapan, Sri Is Mudiati, saat bersua dengan Tribunkaltim.co di Jl MT Hariyono, Batu Ampar, Balikpapan Utara pada Senin (14/1/2019) pagi. 

Harga Tiket Pesawat Turun hingga 60 Persen, Dilatarbelakangi Karena Warga Aceh Buat Paspor ?

Harga Tiket Pesawat Tujuan Domestik Bakal Ada Penurunan Mulai dari 20% hingga 60%

Soal Pengangkatan PPPK, Ini Kata Sekretaris Daerah PPU

Ia menjelaskan, perjalanan selama setahun di 2018, keberadaan Bank Sampah di Balikpapan bisa dikatakan cukup besar tetapi dari sisi efektivitasnya hanya kecil sekitar 4 persen saja, dari 120 bank sampah yang berjalan bagus hanya sampai 5 unit saja. 

“Yang terbaik itu kami akan berikan apresiasi, diberi penghargaan sebagai Bank Sampah terbaik di Balikpapan,” ungkap perempuan berkulit sawo matang ini. 

Indikator penilaian Bank Sampah terbaik dilihat dari sisi jalannya roda organisasi manajemen Bank Sampah, termasuk melihat jumlah nasabahnya atau masyarakat yang terlibat, lalu dinilai juga seperti apa pendapatan bank sampah dan reduksi atas sampahnya. 

Persoalan yang kini menggelayut bagi kebanyakan Bank Sampah di Balikpapan lebih kepada tingkat kesadaran masyarakat atas menyikapi pengelolaan sampah.

“Penentuan harga sampah yang tidak stabil, tidak ada kepastian. Sampah tidak diambil. Organisasinya tidak jalan,” tuturnya. 

Karena itu, dirinya merasa perlu untuk membuat semacam pertemuan serentak untuk membahas dan evaluasi sepak terjang Bank Sampah di Kota Balikpapan, apalagi posisi bank sampah sebagai garda terdepan dalam solusi pengelolaan sampah tingkat rumah tangga. 

Halaman
123
Penulis: Budi Susilo
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved