Berita Pemprov Kalimantan Utara

Tahap Awal Rencana Pembangunan Pos Lintas Batas Negara di Nunukan Dimulai

Pemerintah telah melakukan penentuan titik dan koordinat jalan dan jembatan pada calon PLBN yang rencananya akan dibangun di Nunukan.

Tahap Awal Rencana Pembangunan Pos Lintas Batas Negara di Nunukan Dimulai
HUMAS PEMPROV KALTARA
Gubernur Irianto Lambrie 

TANJUNG SELOR – Setelah dua Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang bakal dimulai pembangunannya tahun ini, yakni PLBN Long Midang (Krayan) dan Sei Pancang (Sebatik), Nunukan, pemerintah juga telah melakukan tahapan untuk melakukan pembangunan PLBN lain yang diusulkan di Kalimantan Utara (Kaltara).

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengatakan, menurut informasi yang diperoleh, Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan penentian titik dan koordinat jalan dan jembatan pada calon PLBN yang rencananya akan dibangun di Labang, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan.  

Kegiatan lewat pengeboran ini dilakukan di Sungai Pasiangan dan Sungai Sedalid yang berdekatan dengan patok negara GP1. Pengeboran titik dan koordinat jalan dan jembatan ini sendiri telah dilaksanakan selama 5 hari, mulai tanggal 7 hingga 11 Januari 2019 lalu.

“Jika tahapan ini selesai dilakukan, tahun ini  insya Allah bisa dimulai juga dengan membuat DED (Detail Engineering Design),” ungkapnya. PLBN Labang sendiri, merupakan wilayah yang diusulkan oleh Pemprov Kaltara, selain Long Midang, Sei Pancang dan Long Nawang di Malinau.

“Dengan dibangunnya PLBN, dihaapkan ke depan wilayah itu akan menjadi etalase di kawasan perbatasan Indonesia dengan Sabah Malaysia. Di samping juga bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat perbatasan dan pembanguan di masa yang akan datang,” ungkap Irianto.

Dikatakan Gubernur, pembangunan PLBN bukan saja berfungsi untuk pelintasan manusia dan barang saja. Lebih dari itu, PLBN juga diharapkan menjadi pengembangan

perekonomian di perbatasan. Seperti pasar atau peningkatan perdagangan lintas batas, terutama ekspor. “Sesuai dengan permintaan Presiden RI Joko Widodo, bahwa di PLBN itu nanti harus ada aktifitas ekonomi masyarakat, seperti pasar dan lainnya. Sehingga wilayah ini menjadi terpadu,” ujarnya.

Irianto, berkaitan dengan rencana pembangunan PLBN ini, pemerintah melalui kementerian dan Lembaga terkaitnya sudah beberapa kali melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Seperti salah satunya yang dilakukan kepada masyarakat di wilayah Labang. Di mana dari sosialisasi ini, terdapat beberapa usulan dan masukan dari masyarakat. Di antaranya, warga mengusulkan agar Desa Labang digusur bertingkat 3 dan disatukan dengan wilayah pembanguan PLBN.

Warga juga menginginkan pembangunan jembatan yang menghubungkan Jalan Paralel Perbatasan Nasional dengan jalan Labang menuju PLBN nantinya.

Halaman
12
Editor: M Abduh Kuddu
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved