Target Retribusi PKB Kabupaten Paser 2019 Rp 1 Miliar, Bisa Tercapai Asal 4 Syarat Ini Terpenuhi

Target Retribusi PKB Kabupaten Paser 2019 Rp 1 Miliar, Bisa Tercapai Asal 4 Syarat Ini Terpenuhi

Target Retribusi PKB Kabupaten Paser 2019 Rp 1 Miliar, Bisa Tercapai Asal 4 Syarat Ini Terpenuhi
Tribun Kaltim/M Arfan
Ilustrasi-Kendaraan roda dua dan empat di area parkiran 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Target retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Rp 1 miliar pada 2019. Menurut Kepala UPTD PKB Kabupaten Paser H Supriyanto, target ini akan tercapai apabila empat syarat yang diajukan UPTD PKB terpenuhi.

"Syarat pertama mengubah Perda 20/2011 dipenuhi, perubahan peraturan yang mengatur retribusi PKB sudah disetujui penetapannya oleh DPRD Paser, makanya kita optimis dapat memenuhi target Rp 1 miliar di 2019, tahun lalu targetnya cuma Rp 500 juta," kata Supriyanto.

Syarat kedua, UPTD PKB perlu dukungan kendaraan operasional guna menunjang tugas dan fungsi UPTD PKB di kecamatan-kecamatan.

Baca: Selama 2018 Warga Paser Habiskan 7.792.666 Kg Gas, Tergiur Beralih ke LPG Pinky karena Dapat Suvenir

Baca: Stok Darah Hari Ini Senin (14/1/2019) di PMI Samarinda, Kutim, Berau, Kukar, dan Paser

"Ada 10 kecamatan di Kabupaten Paser yang memiliki luas wilayah 11.000 Km2, makanya kita perlu didukungan kendaraan operasional," ucapnya.

Dalam bekerja UPTD PKB lebih mengutamakan keselamatan. Untuk memastikan kendaraan angkutan barang dan penumpang laik jalan, diperlukan alat uji yang benar-benar akurat. Layaknya alat timbang yang ditera secara berkala, lanjut Supriyanto, alat uji UPTD PKB juga diuji akurasinya.

"Kalau timbangan pedagang ditera, uji akurasi alat kita namanya kalibrasi berkala setiap tahun sekali, yang mengkalibrasi tim dari Dirjen Perhubungan Darat (Hubad). Tahun ini sudah kita agendakan kalibrasinya, terkait syarat ketiga, kita harapkan Pemkab usulan pemenuhan alat uji," ungkapnya.

Kedepan UPTD PKB Paser dan tempat uji berkala daerah lain dituntut memenuhi standar pelayanan yang digariskan Dirjen Hubad. Buku uji misalnya, tambah Supriyanto, mulai diganti dengan Smart Cart yang dilengkapi barkode.

Baca: Wakil Bupati Berau Agus Tantomo Lantik Direktur PDAM Tirta Segah yang Baru, Ini Pesannya

Baca: Siaran Langsung (Live) Piala Asia 2019 Hari Ini: India vs Bahrain, Uni Emirat Arab vs Thailand

Jika UPTD PKB Paser tidak menerapkannya, daerah tetangga sudah, maka UPTD PKB Paser tidak bisa melayani numpang uji.

"Banyak kendaraan Balikpapan yang dibeli orang sini, mereka tidak mau ribet dan datang kesini mita dilayani, namanya numpang uji. Kalau tidak bisa melayani, kita tidak dapat retribusi numpang uji, kan sayang," tambahnya. (*)

Penulis: Sarassani
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved