Warga Pesisir Diminta Waspadai Hidrometeorologi

“Bulan Januari ini adalah puncak musim hujan, curah hujan dan intensitasnya cenderung naik,” kata Kepala BMKG Berau, Tekad Sumardi.

Warga Pesisir Diminta Waspadai Hidrometeorologi
TRIBUN KALTIM/GEAFRY NECOLSEN
TIDAK MELAUT - Para nelayan memilih untuk tidak melaut karena angin kencang dan gelombang tinggi di wilayah perairan Kabupaten Berau. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Awal tahun 2019 merupakan puncak musim hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau memprediksi, curah hujan di wilayah ini akan meningkat dalam beberapa hari ke depan. 

“Bulan Januari ini adalah puncak musim hujan, curah hujan dan intensitasnya cenderung naik,” kata Kepala BMKG Berau, Tekad Sumardi.

Disebutkannya, sejumlah kawasan yang akan mengalami peningkatan intensitas dan curah hujan diantaranya Kecamatan Derawan, Bidukbiduk, Batu Putih, Kelay dan Kecamatan Segah.

Baca: Pemprov Bebaskan Lahan Kawasan KBM Tanjung Selor 185 Hektare

Sementara wilayah Tanjung Redeb, Teluk Bayur, Gunung Tabur dan Sambaliung curah hujannya sedang. Untuk masyarakat di wilayah pesisir, pihaknya mengimbau agar mewaspadai bencana hidrometeorolgis.

Bencana meteorologi merupakan bencana yang diakibatkan oleh parameter-parameter seperti curah hujan kelembaban, temperatur dan angin.

Baca: Laga Manchester City vs Wolverhampton Wanderers, Gerombolan Serigala Bikin Guardiola Resah

Seperti yang terjadi di Kecamaan Bidukbiduk dan Maratua yang beberapa hari lalu muncul angin puting beliung berukuran besar. Sejak akhir tahun 2018 hingga awal tahun 2019 ini saja, dilaporkan sudah ada 4 angin puting beliung. Salah satunya merusak rumah warga dan PLTS di Kecamatan Talisayan.

Dengan adanya kenaikan curah hujan dalam beberapa hari kedepan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat, agar waspada terhadap beberapa potensi bencana yang akan terjadi. “Bencana hidrometeorologis itu seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, petir, serta potensi gelombang tinggi yang harus diwaspadai oleh masyarakat yang beraktivitas di perairan,” jelasnya.

Baca: Pelamar CPNS yang Sudah Dinyatakan Lulus Ini Pilih Mundur, Begini Cara Tentukan Penggantinya

Sumardi mengimbau agar masyarakat selalu memperbaharui informasi cuaca, yang kini mudah didapat melalui aplikasi telepon seluler. Bahkan beberapa jenis telepon seluler sudah menyediakan informasi sebagai perangkat lunak bawaan.

Baca: Masih Muda, Artis Natasha Wilona Belum Kepikiran Menikah, Harus Siap Mental dan Materi

Sementara itu para nelayan di sejumlah wilayah pesisir, seperti di Tanjung Batu, Talisayan dan Bidukbiduk dilaporkan tidak melaut untuk sementara waktu, karena cuaca tak menentu.

Gelombang tinggi disertai angin kencang membuat para nelayan lebih memilih untuk bekerja sebagai buruh harian, membuat ikan asin atau sekadar memperbaiki alat tangkap agar siap digunakan ketika akan melaut kembali. (*)

Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Ahmad Bayasut
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved