Berita Pemprov Kalimantan Utara

Gubernur Resmikan Ruang Belajar di SMAN 1 Sebatik

Dalam ini kunjungan ini, Gubernur berpesan kepada seluruh siswa untuk terus giat belajar dan memanfaatkan teknologi informasi sebaik-baiknya.

Gubernur Resmikan Ruang Belajar di SMAN 1 Sebatik
HUMAS PEMPROV KALTARA
Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie saat melakukan kunjungan kerja di SMA Negeri 1 Sebatik, Selasa (15/1). 

SEBATIK – Gubernur Kaltara, Dr H Irianto Lambrie meresmikan ruang kegiatan belajar (RKB) di SMA Negeri 1 Sebatik di Desa Padaidi, Kecamatan Sebatik Induk. Peresmian ini merupakan salah satu dari rangkaian kunjungan kerja Gubernur ke Pulau Sebatik yang dimulai pada Senin (14/1) lalu.

Dalam ini kunjungan ini, Gubernur berpesan kepada seluruh siswa untuk terus giat belajar dan memanfaatkan teknologi informasi sebaik-baiknya. “Manfaatkanlah usia yang ada saat ini untuk menambah pengetahuan seluas-luasnya, kalau bisa di usia muda sudah lulus dari pendidikan formal,” kata Irianto berpesan kepada siswa.

Untuk menambah pengetahuan itu, kata Irianto, selain membaca juga ada metode lain. Salah satunya, lanjut pria yang pernah menjabat sebagai Sekprov Kaltim ini, selalu duduk di barisan terdepan. Ini berfungsi agar lebih mudah mendengar dan memahami apa yang diberikan oleh guru. Belajar juga harus berulang agar melekat dalam memori kita.

Selain itu, Irianto juga menjelaskan tentang bahayanya penyalahgunaan narkoba. Disebutkannya, Kaltara berada di 5 besar daerah rawan narkoba. Karena menjadi daerah dan jalur masuknya narkoba. Narkoba itu racun, yang dapat merusak syaraf manusia. Apabila syaraf rusak maka kehidupan menjadi suram. Parahnya lagi, bahaya narkoba ini sudah menyasar pelajar sekolah dasar (SD).

“Ini patut menjadi peringatan bagi orang tua untuk mengawasi dan memberikan pemahaman kepada anaknya agar dapat terhindar dari bahaya narkoba. Deklarasi ini jangan menjadi seremonial tapi juga dipraktekkan. Untuk para guru, saya mohon bantuannya menjaga anak-anak bangsa ini,” katanya. 

SMA Negeri 1 Sebatik sendiri memiliki sekitar 800 orang. Ada 8 SMA/SMK, dan 7 diantaranya siap melaksanakan UNBK 100 persen. Adapula repatriasi anak TKI dari Malaysia, sekitar 800-an orang. Tapi semua tak bisa ditampung, karena hanya bisa ditampung di 2 sekolah. Sisanya dikirimkan ke Kalsel.

Sementara itu untuk 2 kegiatan yang diresmikan berada di SMA Negeri 1 Sebatik Tengah, yakni ruang perpustakaan dan laboratorium komputer serta RKB di SMA Negeri 1 Sebatik. Semuanya sudah tuntas dikerjakan, dengan sumber anggaran dari APBN.

Dikatakan Gubernur, Pemerintah secara bertahap telah memberikan upaya pembangunan yang sudah dapat dinikmati oleh masyarakat Pulau Sebatik. Termasuk, keberadaan lingkungan sekolah yang cukup baik. “Dan, hari ini saya sebagai wakil pemerintah pusat meresmikan sejumlah kegiatan yang didanai APBN,” ujarnya. (*)

Editor: M Abduh Kuddu
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved