1.300 Kendaraan Plat Merah Belum Bayar Pajak, Ada yang Sudah Lama Nginap di Bengkel

Kita minta data ke Setkab Malinau, melalui Bagian Asset saat itu. Tapi, kita sudah tunggu lama, data tidak juga sampai kepada kita

1.300 Kendaraan Plat Merah Belum Bayar Pajak, Ada yang Sudah Lama Nginap di Bengkel
Tribun Kaltim
Ilustrasi: Kendaraan yang terparkir di salah satu perkantoran di Malinau. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Pemprov Kaltara, Unit Pelaksana Teknis Badan Daerah/Samsat Malinau menghitung jumlah kendaraan plat merah yang belum membayar pajak. Hasil penghutingan menunjukkan ada 60 persen dari 2.013 kendaraan dinas milik Pemkab Malinau belum membayar pajak.

Kepala Samsat Malinau, Suryani melalui Kepala Seksi (Kasi) Pembukuan dan Penagihan, Abdul Karim mengungkapkan, 60 persen dari kendaraan tersebut belum membayar pajak. Untuk itu, Samsat saat ini sedang mengupayakan agar pajak kendaraan tersebut dapat segera dibayarkan.

"Sudah kita lakukan pemilahan data kendaraan-kendaraan mana yang telah dibayar pajaknya, dan mana yang belum bayar pajak. Jadi, dari hasil pemilahan tersebut kita dapati kurang lebih 1.300 kendaraan dari 2.013 kendaraan plat merah di Malinau belum membayar pajak. Tapi, saat ini kami juga masih melakukan perhitungan," papar Abdul Karim.

Samsat saat ini sudah mengirimkan surat kepada Pemkab Malinau melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yang isinya meminta kepada instansi terkait agar segera bayar pajak kendaraan. Bukan hanya itu, beber Karim, pihaknya juga membantu menghitung kendaraan OPD.

"Maksudnya, membantu menghitung kendaraan mana belum dibayar pajaknya dan mana yang sudah. Sebab, kita telah mendata kepemilikan kendaraan dinas itu per-OPD. Jadi, bukan hanya jumlah keseluruhan yang kita miliki. Tapi, jumlah kendaraan dinas per-OPD kita punya datanya. Nah, ini jelas membantu OPD," bebernya.

Sebelumnya, Karim mengungkapkan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Sekretariat Kabupaten (Setkab) Malinau untuk meminta data jumlah kendaraan dinas. Namun, berbulan- bulan surat tersebut diserahkan belum ada jawaban. Akhirnya, Samsat berinisiatif untuk menghitung sendiri.

"Kita minta data ke Setkab Malinau, melalui Bagian Asset saat itu. Tapi, kita sudah tunggu lama, data tidak juga sampai kepada kita. Kami pun sempat menanyakan beberapa kali soal permintaan data kendaraan. Namun, beberapa kali kami tanyakan data memang sulit disiapkan. Sebab, keterbatasan yang dimiliki. Itulah mengapa, kita berinisiatif menghitung sendiri," tuturnya.

"Intinya, kita saling membantu melengkapi data nantinya. Sebelumnya juga, kita sudah mendata kendaraan dinas yang berpindah dari kabupaten ke provinsi. Kita mengutus staff untuk melakukan pendataan. Sampai saat ini, kita juga mesih mendata kendaraan yang pindah," lanjutnya. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved