Kepsek Minim Pengalaman Dikirim ke Daerah Pinggiran

Sekolah itu harus diisi oleh kepala sekolah yang tugasnya memimpin, mengatur sekolah demi kelancaran proses belajar mengajar

Kepsek Minim Pengalaman Dikirim ke Daerah Pinggiran
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
Ilustrasi: Presiden Joko Widodo menghadiri puncak Peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun Ke-73 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tahun 2018. 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Di awal tahun 2019 Pemkot Tarakan di Provinsi Kaltara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melakukan mutasi 17 kepala sekolah di tingkat SD dn SMP, Kamis (17/1/2019) di Aula SMPN 1 Tarakan.

Pelantikan kepala sekolah dipimpin Wali Kota Sofian Raga didampingi Kepala Disdikbud Ilham Noor dan disaksikan para guru, kepala sekolah dan tamu undangan lainnya.

Kepala sekolah yang dilantik ini adalah kepala sekolah yang telah berpengalaman, ada pula yang baru diangkat. Kepala sekolah baru yang diangkat ini, untuk menggantikan beberapa kepala sekolah yang telah memasuki masa pensiun dan mengundurkan diri dengan suatu alasan.

Kepala Disdikbud Ilham Noor mengungkapkaan, mutasi kepala sekolah ini tidak asal dilakukan. Tetapi diseleksi, sekolah yang memiliki jumlah guru dan siswa yang lebih banyak dipimpin oleh kepala sekolah yang telah berpengalaman.

"Tetapi kepala sekolah yang minim pengalaman kita tempatkan di sekolah yang ada di pinggiran. Dari 17 kepala sekolah yang dilantik, ada 4 orang kepala sekolah yang hanya digeser, 2 orang di antaranya memasuki masa pensiun dan 2 lainnya mengundurkan diri karena minta mutasi dan satu kepala sekolah ada kendala," ucapnya.

Sementara Sofian Raga mengatakan, mutasi kepala sekolah ini untuk penyegaran di lingkungan sekolah tingkat SD dan SMP. Diharapkan dengan penyegaran ini sekolah yang sudah baik dapat menjadi lebih baik lagi. Jadi sekolah yang di bawah rata-rata dapat menyesuaikan dengan sekolah yang sudah maju," ucapnya.

"Sekolah itu harus diisi oleh kepala sekolah yang tugasnya memimpin, mengatur sekolah demi kelancaran proses belajar mengajar. Sehingga kepala sekolah yang dilantik ini ada yang dimutasi dari sekolah satu ke sekolah lainnya. Ada juga yang baru kita lantik menjadi kepala sekolah," ujarnya.

Sofian mengatakan, kepala sekolah bukan sekadar sebagai pemimpin organisasi di sekolah. Namun kepala seklah harus dapat melakukan proses belajar mengajar kepada siswa dan dapat pula berinteraksi dengan wali murid dengan baik.

"Kepala sekolah itu memiliki satu tujuan untuk memajukan sekolah. Kepala sekolah tidak wajib mengajar, tetapi kepala sekolah harus dapat menjadi kepala sekolah plus. Artinya ketika ada guru yang berhalangan hadir, kepala sekolah dapat menggantikan mengajar. Sehingga kepala sekolah harus memiliki wawasan yang luas," ungkapnya.

Orang nomor satu di Tarakan ini mencontohkan, jika ada guru mata pelajaran Biologi berhalangan hadir di dalam kelas, kepala sekolah harus menggantikan, meskipun tidak tahu Biologi tetap harus hadir di dalam kelas. Begitu pula dengan mata pelajaran lainnya. (*)

Penulis: Junisah
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved