MRI Rusak

Listrik Diduga Penyebab MRI RSUD AW Syahrani Samarinda Berulang kali Rusak

Untuk memperbaiki mesin buatan Belgia itu, pihaknya sudah mendatangkan teknisi khusus melihat apa sebenarnya permasalahan penyebab kerusakan.

Listrik Diduga Penyebab MRI RSUD AW Syahrani Samarinda Berulang kali Rusak
TRIBUN KALTIM/RACHMAT SUJONO
MONITORING - Operator Magnetic Resonance Imaging (MRI) di RSUD Kanujoso Djatiwobowo, Saiful Sugestianto, saat menerangkan penggunaan alat MRI di dalam ruangan MRI-RSKD, Jumat (21/12). Alat ini merupakan alat yang memiliki teknologi tesla tertinggi di Balikpapan, sebesar 1,5. Tribunkaltim/Rachmad Sujono 

Listrik Diduga Penyebab MRI RSUD AW Syahrani Samarinda Berulang kali Rusak

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Beredar kabar, sudah hampir setahunan ini, alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) milik RSUD AW Syahranie, Samarinda rusak dan belum bisa beroperasi lagi. Namun, hal itu, ditepis halus oleh Plt Direktur RSUD AW, Syahranie Samarinda, dr David Hariadi Masjhoer.

"Ga, Rusak, baik, rusak, baik, kadang kan rusak ga bisa di prediksi, itu yang ganggu pelayanan," ujar David Rabu (16/1/2019) di temui tempat ia bekerja.

Untuk memperbaiki mesin buatan Belgia itu, pihaknya sudah mendatangkan teknisi khusus melihat apa sebenarnya permasalahan penyebab kerusakan. "Kalau masukan dari teknisi mereka, ini masalah listrik. Listrik tiba-tiba mati dan turun naik," jelas David.

Namun demikian, untuk memperbaiki dan mengganti komponen MRI yang rusak tidaklah gampang.

Sebab, harus mendatangkan langsung asal negara yang berada di belahan benua Eropa itu. Namun, ia menjamin, dalam waktu dekat alat ini bisa segera dioperasikan."Sudah, tinggal persiapan beroperasi kembali," ucapnya.

Pencitraan resonansi magnetik adalah pemeriksaan yang memanfaatkan medan magnet dan energi gelombang radio untuk menampilkan gambar struktur dan organ dalam tubuh.

Teknologi ini telah banyak membantu para pelaku di bidang medis untuk mengidentifikasi penyakit dan masalah pada tubuh pasien.

Lewat alat diagnostik terkini dengan menggunakan medan magnet memeriksa bagian tubuh, tanpa perlu pembedahan.

Sementara, agar layanan diagnostik yang membutuhkan MRI tak terganggu, rumah sakit Tipe A ini, bekerjasama rumah sakit lain yang memiliki MRI pula sebagai rumah sakit rujukan. "Selama ini (rujukannya) di RSUD Kanujoso Djatiwibowo dan Siloam Balikapapan," ujarnya.

Diketahui, di RSUD Kanujoso Djatiwibowo memiliki MRI dengan teknologi canggih termutakhir yang baru-baru ini diresmikan Gubernur Kaltim, Isran Noor, akhir Desember 2018 lalu.

Alat asal Belanda ini, memiliki teknologi yang mampu mendeteksi sampai sekecil-kecilnya jaringan-jaringan yang ada di bagian tubuh. Bila terdapat sumbatan dari pembuluh darah otak atau penyumbatan, lain, bisa dengan cepat dideteksi. (dro)

Penulis: tribunkaltim
Editor: Martinus Wikan
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved