Tiket Penerbangan ke Kaltara Mahal, Gubernur Irianto Surati Menhub Minta Tarif Diturunkan

Tiket Penerbangan ke Kaltara Mahal, Gubernur Irianto Surati Menhub Minta Tarif Diturunkan

Tiket Penerbangan ke Kaltara Mahal, Gubernur Irianto Surati Menhub Minta Tarif Diturunkan
IST/HUMAS Kaltara
PERTEMUAN - Gubernur Kaltara Irianto Lambrie melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Kemenhub Djoko Sasono mewakili Menhub membahas soal tarif tiket pesawat, Jumat (18/1). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie bersurat resmi kepada Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi. Surat bernomor 550/045/DISHUB/GUB tersebut berisi permintaan Gubernur Kaltara agar Menhub memberikan keringanan atau memfasilitasi penurunan harga tiket pesawat untuk penerbangan di Kaltara.

Surat ini dilayangkan ke Kemenhub, mengingat tingginya harga tiket penerbangan domestik, utamanya yang dari dan ke bandara-bandara di Kaltara dalam sebulan terakhir.

Surat resmi bernomor 550/045/DISHUB/GUB yang ditandatangani Gubernur Irianto Lambrie tertanggal 17 Januari, diserahkan kepada Menhub dalam pertemuan pada Jumat (18/1) kemarin. Namun, karena mendadak Menhub memiliki agenda mendampingi Presiden Joko Widodo, pertemuan di Kemenhub diwakilkan Sekretaris Jenderal Kemenhub Djoko Sasono.

Baca: Usai Salurkan Bantuan, Walikota Balikpapan Rizal Effendi Tinjau Rumah Anti Gempa di Lombok

Baca: Basuki Tjahaja Purnama Bebas 24 Januari 2019, Ini Isi Lengkap Surat Ahok untuk Ahokers

"Dalam kesempatan bertemu Sekjen Kemenhub yang mewakili Pak Menhub, secara khusus atas nama Gubernur saya menyampaikan surat permohonan kebijakan kepada Menhub, berkaitan kenaikan harga tiket pesawat yang dirasa sangat memberatkan masyarakat. Utamanya bagi warga Kaltara yang mobilisasi lewat angkutan udaranya cukup tinggi," kata Gubernur.

Kenaikan harga tiket pesawat kata Irianto, sangat berpengaruh pada aktivitas masyarakat Kaltara sebagai wilayah kepulauan. Termasuk juga mempengaruhi perekonomian di Kaltara. Apalagi pada 2018, sesuai data di Bank Indonesia maupun Badan Pusat Statistik, sektor transportasi udara sebagai penyumbang inflasi tertinggi di Kaltara.

"Melalui surat resmi ini, kami bermohon kepada Menhub memfasilitasi adanya keringanan tarif tiket pesawat ke Kaltara. Dengan harapan harga tiket bisa terjangkau oleh masyarakat, serta dapat menekan laju inflasi di Kaltara," ujarnya.

Kenaikan harga tiket pesawat khususnya penerbangan domestik terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Kenaikan tergolong tinggi, bahkan hingga 100 persen atau dua kali lipat.

Baca: Hasil Malaysia Masters 2019 - Langkah Anthony Ginting Terhenti, Wakil Tunggal Putra Indonesia Habis

Dari Bandara Juwata Tarakan ke Jakarta misalnya, sebelumnya hanya Rp 800.000 hingga Rp 1.300.000 kini melonjak menjadi Rp 1.800.000 hingga Rp 2.500.000. Begitu pun yang ke Tanjung Selor maupun bandara lainnya di Kaltara. Semua mengalami kenaikan.

Jumat (18/1) kemarin, Gubernur dengan didampingi beberapa kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkup Pemprov Kaltara juga melakukan audensi dengan jajaran Kementerian Perhubungan RI di Kantor Kemenhub Jl Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Beberapa hal disampaikan Gubernur dalam pertemuan dengan pihak Kemenhub yang diwakili oleh Sekjen Djoko Sasono itu. Seperti terkait keluarnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2018 tentang percepatan pembangunan Kota Baru Mandiri Tanjung Selor, kemudian beberapa usulan program di Kaltara.

Usulan-usulan program yang disampaikan, antara lain soal pengembangan beberapa bandara di Kaltara. Utamanya Bandara Tanjung Harapan di Tanjung Selor dan Bandara Juwata Tarakan. Kemudian, permohonan dukungan terhadap pengembangan beberapa pelabuhan.

Baca: Dinilai Berkampanye dengan Fasilitas Pemerintah, Jokowi Dilaporkan ke Bawaslu

Baca: Soal Putusan Bebas, Yusril Ihza Mahendra Ungkap Abu Bakar Baasyir Sempat Salah Paham

Di antaranya Pelabuhan Pesawan di Tanjung Selor, Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Pelabuhan Pulau Bunyu. Termasuk rencana kita membangun dermaga terintegrasi di samping Bandara Juwata Tarakan.

"Dalam pertemuan tadi saya juga mengonfirmasi lagi mengenai penyampaian Pak Menteri pada 2017 lalu soal dukungan dana Rp 1 triliun ke Kaltara. Hingga kini baru sekitar Rp 500 miliar yang terealisasi. Harapan kita, bisa terpenuhi semua hingga 2020 nanti," kata Irianto. (*/wil)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved