Kota Samarinda Genap Berusia 351 Tahun, Banjir masih Jadi Perhatian Walikota Syaharie Jaang

Kota Samarinda Genap Berusia 351 Tahun, Banjir masih Jadi Perhatian Walikota Syaharie Jaang

Kota Samarinda Genap Berusia 351 Tahun, Banjir masih Jadi Perhatian Walikota Syaharie Jaang
TRIBUN KALTIM/ANJAS PRATAMA
Syaharie Jaang 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Hari ini, Senin (21/1, Kota Samarinda tepat berusia 351 tahun. Pada hari yang sama juga diperingati HUT ke-59 Pemkot Samarinda. Pemkot sudah menyiapkan serangkaian acara guna memeriahkan hari ulang tahunnya. Mulai acara yang bisa dinikmati masyarakat, internal pemerintahan, hingga meluncurkan berbagai program unggulan.

Pada usia ke-59 tahun, banyak pembangunan yang sudah dikerjakan Pemkot Samarinda di bawah kepemimpinan Walikota Syaharie Jaang dan Wawali almarhum Nusyirwan Ismail. Sejumlah pembangunan infrastruktur dikebut. Sebut saja Jembatan Mahkota II, Flyover Air Hitam, Taman Samarendah, semenisasi jalan dan gang, serta masih banyak lainnya.

Meski demikian, masih ada beragam persoalan klasik kota, yang juga belum tertuntaskan. Apalagi, kalau bukan banjir, yang kerap hadir menggenangi hampir seluruh titik di Kota Tepian. Hal ini pun diakui Jaang. Menurut Jaang, pengendalian banjir menjadi agenda prioritas yang akan dituntaskannya.

Baca: Ketua Asprov PSSI Kaltim Yunus Nusi Apresiasi Keputusan Edy Rahmayadi Tapi Ragukan Joko Driyono

"Seperti sering saya sampaikan, masalah pengendalian banjir jadi prioritas. Dalam sebulan, dua bulan ini, drainase yang di Jalan DI Pandjaitan kita selesaikan. Kemudian ada lagi program pengendalian banjir yang di anggaran 2019, juga akan dikerjakan. Ada juga program drainase tersebar yang kita teruskan," kata Jaang.

Selain banjir, Jaang juga mengaku akan fokus membenahi sarana prasarana pendidikan dasar, dalam dua tahun sisa masa jabatannya. "Kalau yang lain kan tinggal kita poles saja. Termasuk kesehatan, pendidikan. Beberapa gedung SD akan kita benahi. Kalau dulu, kan kita bangun gedung SMK, SMA, SMP juga. Dua tahun ke depan ini kita bangun gedung SD," katanya lagi.

Perbaikan sejumlah gedung pemerintahan, terutama yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat, juga jadi fokus Jaang. "Kita akan memperbaiki Kantor Camat Samarinda Seberang. Kalau yang lain sudah bagus semua. Juga Kantor Kelurahan Sungai Dama. Termasuk fasilitas kota, taman dan lampu," ucapnya.

Agenda prioritas lainnya, mempercantik wajah kota. Aktivitas warga kota yang padat dan dinamis, menurut Jaang harus diimbangi dengan tempat melepas penat yang representatif.

"Namanya pembangunan wajah kota. Pada APBD Perubahan, trotoar Jalan Kusuma Bangsa kiri kanan kita pasang keramik yang indah. Kemudian kita pasang kursi untuk santai, seperti di Bandung. Jadi orang olahraga enak, yang datang bisa santai, berlibur. Bisa car free day," katanya.

Baca: SKM Bisa Jadi Objek Wisata seperti di Italia, Edy: Jadi Wisata Andalan Kota Samarinda

Ruang publik lain yang juga akan dipercantik adalah kawasan Citra Niaga. "Tahun ini juga kita akan selesaikan renovasi Citra Niaga. Kita akan agendakan di Citra Niaga ada Car Free Day sebulan sekali. Kita tes sebulan sekali," kata Jaang.

Begitu pula Taman Samarendah, menurut Jaang akan terus dipoles, sehingga, juga bisa menjadi ikon kota di masa datang. Khusus di Taman Samarendah, Jaang mengaku berupaya meyakinkan investor untuk membangun lampu tematik bernilai miliaran.

"Tak lucu, kita di Kalimantan, orang kenal tanahnya luas. Tapi alun-alun tak punya. RTH (ruang terbuka hijau) yang representatif di tengah kota tidak ada," tandasnya.

Ketua DPRD Kota Samarinda, Alphad Syarif mengapresiasi Pemkot Samarinda, yang mampu bersinergi dengan DPRD terkait pembangunan Kota Samarinda memasuki usianya ke-351. Namun begitu, pihaknya memberi catatan sejumlah persoalan yang harus segera diselesaikan Walikota Syaharie Ja'ang.

"Yang urgent, harus segera diselesaikan adalah soal banjir," kata Alphad. Selama ini, dia menilai, banjir di Samarinda butuh penanganan yang komperhensif, mulai diagnosa masalah, pengkajian, eksekusi dan evaluasi yang tidak bisa segera teratasi, istilah yang ia kemukanan, pelan tapi pasti.

Namun, dia apresiasi upaya Pemkot Samarinda yang sudah mulai melihat program penanganan banjir lebih terarah, mulai penataan Sungai Karang Mumus, sampai proyek pelebaran saluran air di DI Pandjaitan pada 2018 dan 2019 ini.

Baca: Zuhdi Yahya Serap Pendapat Masyarakat di Samarinda, Terkait Keberagaman dan Bhinneka Tunggal Ika

Dia pun menyetujui, wacana pemkot mengusulkan lahan eks Bandara Temindung di jalan Gatot Subroto, yang menjadi langganan banjir, diubah menjadi polder penampung air. Dia yakin, Pemprov Kaltim, sebagai pemilik lahan, setuju dengan usulan ini. (rad/dro)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved