Berita Video

VIDEO - Kontraktor Proyek Pemerintah di Bontang Dikenai Denda Rp 73 Juta

Proyek pembangunan gedung parkir dan poli kesehatan dianggarkan Rp 12,4 miliar untuk pembangunan struktur lantai 1 dan 2 dengan masa kerja 5 bulan.

VIDEO - Kontraktor Proyek Pemerintah di Bontang Dikenai Denda Rp 73 Juta
TRIBUNKALTIM/ICHWAL SETIAWAN
KONTRAKTOR DIDENDA — Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Eko Mashudi (paling kanan) menjelaskan alasan keterlambatan pengerjaan proyek pembangunan gedung parkir dan poli kesehatan di RSUD Bontang kepada rombongan Komisi III DPRD saat meninjau lokasi. 

Kontraktor Proyek Pemerintah di Bontang Dikenai Denda Rp 75 Juta

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Ichwal Setiawan

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Kontraktor proyek pembangunan gedung parkir dan poli kesehatan di RSUD Taman Husada Bontang PT Griya Fortuna dikenai denda Rp 73 juta.

Adanya denda ini karena  kontraktor dianggap tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal.

Proyek pembangunan gedung parkir dan poli kesehatan dianggarkan Rp 12,4 miliar untuk pembangunan struktur lantai 1 dan 2 dengan masa kerja 5 bulan.

Perkenalkan Diri, Danlanud Dhomber Balikpapan Sambangi Kantor Airnav dan SAR

Mendagri Tjahjo Kumolo Ditipu Kepala Sekolah Gadungan, Rp10 Juta Melayang di Meja Judi

“Masa kerja periode 2 Juli 2018- 23 Desember 2018 kemarin. Tapi pelaksana tidak bisa menyelesaikan sesuai jadwal,” kata Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Eko Mashudi disela-sela kunjungan Komisi III DPRD Bontang di lokasi proyek, Senin (21/1/2019).

Eko menjelaskan, ada beberapa kendala non teknis di lapangan yang menyebabkan kontraktor tak bisa menyelesaikan pekerjaannya, salah satunya kelangkaan bahan baku akibat bencana di Palu

Live Streaming Piala Asia 2019 Jepang vs Arab Saudi, Laga Hidup Mati Babak 16 Besar

Plaza Balikpapan Kedatangan Barongsai, Catat Tanggalnya

Kemudian, hasil konsultasi dengan Tim Pengawal Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Bontang merekomendasikan pemancangan tiang pancang dilakukan dengan sistem injeksi.

“Awalnya kan pakai jack hammer tanam tiang pancang, tapi karena di sini rumah sakit disarankan pakai injek saja. Nah, mobilisasi alat ini dan biaya juga menjadi kendala di lapangan,” kata Eko.

Pramugari VietJet, Maskapai yang Buka Rute Baru ke Indonesia ternyata Suka Pakai Bikini saat Terbang

3 Momen Unik BLACKPINK Konser di Jakarta, Banyak Bicara Bahasa Indonesia hingga Tertawa Lepas

Maka dari itu, pihak pemberi kerja mengabulkan permintaan kontraktor untuk menambah masa kerja (adendum) menjadi 50 hari.

Halaman
12
Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Arif Fadilah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved