Wajah Walikota Memerah, Ini Respon Dinas Kebudayaan Samarinda Terkait Launching Museum Samarinda

"Padahal untuk mengisi kebutuhan di situ tidak terlalu besar. Inilah pentingnya komunikasi, saya rasa Dinas Kebudayaan sangat kurang," ucapnya.

Wajah Walikota Memerah, Ini Respon Dinas Kebudayaan Samarinda Terkait Launching Museum Samarinda
Tribunkaltim.co/ Nalendro Priambodo
Wali Kota Samarinda, Syaharie Ja'ang mengecek kesiapan peresmian museum Samarinda yang sebelumnya di bangun di eks SMP dan SMA 1 Samarinda ini. 

Wajah Walikota Memerah, Ini Respon Dinas Kebudayaan Samarinda Terkait Launching Museum Samarinda

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kepala Dinas Kebudayaan Kota Samarinda, Abdul Aziz mengakui Museum Samarinda yang pihaknya kelola memang belum siap dilaunching/ diluncurkan 25 Januari nanti.

Karena itu, dia menepis, jikalau ada teguran Walikota Samarinda yang di alamatkan pada instansinya, meminta penundaan peluncuran karena kesiapan perabot belum kelar.

Museum Samarinda memang merupakan gabungan dari berbagai macam jenis museum yang lazim saat ini.

Selain menghadirkan benda cagar budaya dalam bentuk fisik. Ada juga video dan poto beragam bukti sejarah mulai dari masa pra sejarah sama abad moderen.

"Ya, sebenarnya ini ada kesalahpahaman. Memang sebenarnya dari kami museum belum bisa di buka. Kita belum instal (pasang)  semua sistem elektronik. Yang kita taruh juga ada barang yang dipinjam. Karena pekerjaan kita gabungan antara manual dan elektronik," tutur Aziz, Senin (21/1/2019).

 Tiga Tahun Mendekam di Penjara, Saipul Jamil Jadi Guru Vokal dan Tari di Lapas Cipinang

Viral Mie Ayam Seharga Rp 2 Ribu Per Porsi, Bagaimana Rasanya ?

Bakal Terlihat Jelas Malam Nanti, Ini Cara Abadikan Supermoon Gunakan Kamera Handphone

Sebagian benda cagar budaya yang dipajang di museum itu, di dapat dari berbagai sumber. Ada yang dipinjam dari Balai Cagar Budaya, dipesan atau di reproduksi ulang.

Barang reproduksi ulang itu, terpaksa mereka buat, semisal si pemilik enggan melepas atau menjual barang itu pada Dinas Kebudayaan untuk dipajang di Museum Samarinda.

Sementara, barang yang dipesan atau di buat khusus, misalnya maket SMPN dan SMAN 1 Samarinda yang merupakan bangunan awal di tempat museum itu berdirinya. Dua bangunan itu, termasuk bagian sejarah Kota Tepian.

Karena itu, dia menilai, di bandingkan museum lain, semisal museum sejarah, kemaritiman atau seni, konsep dan isi Museum Samarinda yang merupakan gabungan dari beberapa jenis museum itu memiliki kesulitan tersendiri dalam persiapannya.

Halaman
123
Penulis: Nalendro Priambodo
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved