Wisata Kuliner

Kedai Tahu Kula Tenggarong, Padukan Citarasa Masakan Jawa dan Kutai

Kedai Tahu Kula mengedepankan hospitality atau keramahan pada pengunjung ini menyajikan beragam menu dengan memadukan citarasa masakan Jawa dan Kutai

Kedai Tahu Kula Tenggarong, Padukan Citarasa Masakan Jawa dan Kutai
TRIBUN KALTIM / RAHMAD TAUFIK
Kedai Tahu Kula di Jalan Jelawat Tenggarong menjadi pilihan tempat nongkrong sambil menikmati hidangan khas perpaduan antara hidangan Jawa dan Kutai. 

Kedai Tahu Kula Tenggarong, Padukan Citarasa Masakan Jawa dan Kutai

Kedai Tahu Kula yang terletak di Jalan Jelawat No 121 Tenggarong ini baru menggelar soft opening sebulan lalu, tepatnya 19 Desember 2018 lalu. Kedai yang mengedepankan hospitality atau keramahan ini menyajikan beragam menu dengan memadukan citarasa masakan Jawa dan Kutai. Dan kedai ini cocok menjadi salah satu tujuan destinasi wisata kuliner anda.

KEDAI yang mengusung konsep feminin, kekinian dan instagramable ini menawarkan keseruan dan suasana santai sambil menyantap hidangan khas yang menggugah selera. “Konsep tempat makan ini memang mengusung perempuan atau emak-emak milineal dan famili, mereka kan seru, sering ngumpul dan foto selfie (swafoto),” ujar Ika Puspitasari atau akrab disapa Icha, owner Kedai Tahu Kula.

Kedai ini menyediakan beberapa spot untuk photo booth. Sebetulnya Tahu Kula ini dikenal sejak 2016 silam. Nama Tahu Kula yang berarti Tahu Saudara sengaja dipilih untuk mempromosikan budaya asli Kutai.

“Ini upaya kami dalam mengadaptasi budaya lokal lewat bahasa Kutai. Di sini pada akhirnya kita memperkenalkan bahasa Kutai,” tuturnya. Nasi sanga dadar menjadi salah satu menu favorit pengunjung. Nasi sanga merupakan nasi goreng, tentu dengan tambahan dadar telur. “Nasi sanga di sini digoreng tanpa pake saos, jadi betul-betul khas zaman bahari (zaman dulu) dengan bumbu dapur,” kata lulusan perhotelan di salah satu perguruan tinggi di Jawa ini.

Penyebutan nama menu makanan dan minuman di sinipun terdengar unik karena diambil dari kosakata bahasa Kutai, seperti nasi sanga dadar, mi goreng romes, ayam tunu, mie gomet, nasi gomet, es naek bujang, es gelana, es renes, es gondah dan es ngimpau.

Menu lainnya adalah nasi gomet (colek) dan mie gomet, dengan lauk utamanya ayam geprek. Selain itu, Tahu Kula masih memiliki menu favorit lainnya, yakni mi goreng romes (belepotan). Mi goreng ini dihidangkan bersama daging ayam fillet bagian dada. “Kami masih punya ayam tunu (bakar) dengan saus barbeque. Menu kami sedikit tapi khas, tak dijumpai di tempat lain,” kata Icha. Segala menu berat ini dibandrol mulai Rp 10 ribu-Rp 15 ribu.

Selain menu berat, Tahu Kula menyajikan snack pisbang durian dan cokelat. Pisbang kependekan pisang bangsawan. Hidangan ringan ini mirip dadar gulung hanya ditambah susu, durian atau cokelat, lalu diberi topping. Pengunjung juga bisa menikmati snack lainnya, seperti sanga kentang (kentang goreng), sanga tempe dan sanga tahu kula. Sanga tahu kula ini diproses dengan cara dikukus sebelum akhirnya digoreng. Tahu ini diisi adonan bakso dengan campuran daging sapi dan tepung tapioka, tampilannya menyerupai tahu bakso.

Kedai ini juga menyajikan aneka minuman racikan sendiri, seperti es naek bujang (puber). Minuman ini perpaduan antara stroberi dan jambu. Adapula es gondah mirip mocktail, tapi tanpa alkohol terbuat dari 3 warna sirup pilihan. “Kami juga punya es renes (gerimis), gulanya bikin sendiri atau simple syrup, lalu diberi jeruk nipis dan kayu manis. Kalau pengunjung pesan es jeruk, ya kami sarankan es renes ini,” ucapnya.

Kabar gembira bagi pelanggan Tahu Kula, tiap Jumat kedai ini menawarkan diskon 50 persen untuk semua menu makanan asalkan makan di tempat. “Diskon ini tidak berlaku untuk minuman,” ujar Icha. Kedai yang buka mulai pukul 11.00-23.00 ini juga menerima paket ultah, arisan, gathering, komunitas hingga wedding.

Halaman
12
Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved